Semua tulisan dari Rescueperindo.com

Rescueperindo.com ( Sayap Partai Perindo, Mambantu dan Membangun Untuk Sesama ) MISI 1. Melaksanakan kegiatan tanggap bencana yang efektif dan efisien. 2. Melakukan pelatihan-pelatihan untuk menghasilkan kader-kader yang profesional. 3. Membangun sistem penanggulangan bencana yang handal.

Balita Tewas Terserang DBD, Alasan Rescue Perindo Fogging Maraton di Semarang

SEMARANG – Petugas Rescue Perindo Jawa Tengah (Jateng) seolah tak lelah memerangi penyebaran demam berdarah dengue (DBD) yang menyerang setiap kalangan. Bahkan, dilaporkan seorang balita meninggal dunia akibat terserang DBD, sehingga fogging dilakukan maraton mulai perumahan elite hingga permukiman padat penduduk.

Pagi ini sejumlah petugas Rescue Perindo dengan sigap mengasapi rumah-rumah warga di Kelurahan Kaligawe, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang. Sedikitnya terdapat 150 rumah warga RT 4, 8, dan 9 di kawasan RW 2 itu tak luput dari perhatian petugas. Sejumlah warga terlihat antusias mengikuti petugas berkeliling melakukan fogging.

“Sekira satu bulan lalu ada dua korban DBD dan tiga hari lalu seorang anak usia tiga tahun meninggal akibat DBD. Untuk itulah kami bergerak cepat, begitu mendapat permintaan dari warga langsung kita prioritaskan tempat ini untuk di-fogging,” terang Sekretaris DPW Rescue Perindo Jateng, Henry Nugroho, Minggu (17/9/2017).

Tak hanya rumah, petugas juga mengasapi selokan dan lahan kosong yang diduga menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk Aedes aegepty. Selain fogging, petugas juga membagikan abate untuk dicampurkan ke bak mandi untuk membasmi jentik-jentik nyamuk. Petugas memberikan sosialiasi kepada masyarakat untuk menjaga pola hidup bersih melalui stiker yang ditempel ke rumah-rumah.

“Ini memang komitmen Perindo untuk menjaga kesehatan masyarakat melalui fogging secara gratis. Jadi warga di sini tak perlu membayar untuk pelaksanaan fogging. Untuk program kesehatan kami juga ada ambulans gratis bagi warga yang ingin diantar atau penjemputan dari rumah sakit,” tukasnya.

Sumber : Okezone

Iklan

Survei CSIS: Perindo Partai Baru Terpopuler dan Disukai Masyarakat

JAKARTA – Menuju usianya yang ketiga, 8 Oktober mendatang, Partai Persatuan Indonesia (Perindo) dinilai semakin dikenal dan disukai masyarakat.

Hal itu tergambar dari hasil survei Centre for Strategic and International Studies (CSIS) yang dilakukan 23-30 Agustus 2017.

Pada survei yang melibatkan 1.000 responden berusia 17 tahun ke atas yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia itu, partai yang dipimpin Hary Tanoesoedibjo (HT) meraih tingkat keterkenalan masyarakat hingga 70,7%, sementara tingkat kesukaan mencapai 54%.

Menurut Peneliti CSIS Bidang Departemen Politik dan Hubungan Internasional, Arya Fernandes, suatu hal lumrah partai baru berupaya keras untuk dikenal.

Dibandingkan partai baru lainnya, Perindo dianggap cukup sukses dikenal dan disukai masyarakat. “Lumrahnya begitu, partai baru ini menjadi PR (pekerjaan rumah-red)bagi mereka untuk meningkatkan pengenalan, misalnya PSI dan Idaman,” kata Arya.

Sebagai sesama partai baru, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) memiliki tingkat keterkenalan 46,4% dan tingkat kesukaan 15,3% kesukaan, Partai Islam Damai Aman (Idaman) memiliki tingkat keterkenalan 45,9% dan tingkat kesukaan 20,5%.

Arya mengakui tingkat popularitas dan kesukaan paling besar masih dipegang oleh partai-partai lama yang telah menjadi peserta pemilu sebelumnya.

Dia mencontohkan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan memiliki tingkat keterkenalan sebesar 94,3% dan 70,7% kesukaan, Golkar dengan keterkenalan 95,2% dan 67,4% kesukaan.

Survei CSIS melibatkan responden berusia 17 tahun ke atas yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia. Penarikan sampel dilakukan secara acak (probability sampling) secara multistage random sampling dengan margin eror +/- 3,1% pada tingkat kepercayaan 95%.

Sumber:Sindonews

Penghasilan Pedagang Mie Ayam Gerobak Perindo Ini Meroket Tajam

Pemberian gerobak dagang dari Rescue Perindo ternyata berbuah manis dan meningkatkan pendapatan Tugimin (42) seorang pedagang mie ayam di kawasan Kali Baru Barat, Senen, Jakarta Pusat. Tugiman bahkan mampu membayar anak buahnya Rp100 perhari dari berjualan mie ayam Gerobak Perindo.

“Dalam sehari pedagang mie ayam ini bisa membayar setiap karyawannya Rp100 perorang dan yang tadinya produksi makanannya cuma Rp300 ribu perhari, sekarang Rp700 ribu perhari. Belum lagi saat ini sekitar 20 kilo bahan mie yang harus disediakan perhari dari sebelumnya hanya 10 kilo mie perhari,” ujar Ketua DPP Rescue Perindo Adin Denny di Jakarta, Selasa (7/9/2017).

Adin mengatakan Tugiman merupakan salah satu pedagang mie ayam di Jakarta yang menerima Gerobak Perindo tahap I dari Rescue Perindo. Gerobak Perindo didistribusikan setelah Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo secara simbolis menyerahkan bantuan 100 Gerobak Perindo kepada DPP Rescue Perindo, Jumat (2/6/2017) lalu.

Organisasi sayap Partai Perindo itu kemudian merealisasikan program tersebut dengan membagikan Gerobak Perindo kepada warga binaan UMKM di seluruh wilayah, termasuk di Ibu Kota Jakarta.

“Untuk Gerobak Perindo tahap II pekan lalu sudah kita bagikan lima gerobak pedagang di Jakarta Pusat. Lima gerobak itu didatangkan langsung dari Jepara,” ungkap Adin.

Ditegaskannya pedagang yang omzetnya meningkat dari berdagang mengunakan Gerobak Perindo otomatis peningkatan kehidupan mereka akan lebih layak sehingga akan menjadi role model dari apa yang diberikan Partai Perindo untuk kemaslahatan masyarakat banyak.

Tak berhenti di situ, Adin mengutarakan Rescue Perindo pun memberikan tips kepada para pedagang agar mereka mendapatkan pendapatkan signifikan dari berdagang mengunakan Gerobak Perindo.

“Kita berikan edukasi ke mereka baik itu ketika mereka bekerja dalam penyajian menu makanan saat melayani pelangan, menjaga kebersihan tempat dagang, dan bersikap ramah kepada konsumen. Dengan begitu tentu tempat dagang mereka akan ramai dan akan menikmati hasilnya,” tandas Adin.

Mantap! Rescue Perindo Bagikan 5 Gerobak UMKM Asli Jepara ke Pedagang Jakarta

JAKARTA – Partai Perindo kembali memberikan gerobak UMKM untuk para pedagang kaki lima (PKL). Kali ini, melalui DPP Rescue bersama DPW Perindo DKI Jakarta, lima gerobak didistribusikan ke warga yang berjualan di wilayah ibu kota.

Ketua Umum DPP Rescue Perindo Adin Denny mengatakan, permintaan warga terhadap gerobak Perindo cukup tinggi. Akibatnya, vendor gerobak di Jakarta tidak dapat memenuhi permintaan sehingga harus memesan dari luar Jakarta.

“Yang terlambat vendor, sehingga terlambat, keterlambatan bukan dari Perindo. Ini datangnya dari Jepara,” ucap Adin di Paseban, Jakarta Pusat, Minggu (3/9/2017).

Adin berharap, masyarakat yang belum dapat gerobak dapat bersabar, khususnya wilayah Jakarta karena masih tahap pembuatan. Pembuatan gerobak sendiri membutuhkan waktu yang lama karena jumlahnya sangat banyak.

Adin menyampaikan, Perindo tidak hanya memberikan gerobak sebagai modal usaha, melainkan ada pelatihan yang akan mengedukasi para PKL agar dapat mengelola barang dagangannya dengan baik sehingga mendapatkan omzet lebih besar.

“Setelah ini, ada edukasi bagaimana melayani dan memanajemen yang baik dibawah Rescue,” ujar Adin.

Sumber : Okezone

Selain Bagikan Gerobak UMKM, Rescue Perindo Fogging Ratusan Rumah Warga Paseban

JAKARTA – Tim Rescue Perindo kembali menggelar fogging di lingkungan RW 07 RT 05 Kelurahan Pasukan, Senen, Jakarta Pusat. Pengasapan dilakukan untuk membasmi penyakit DBD yang biasa mengintai wilayah padat penduduk apalagi saat cuaca kurang baik.

Ketua Umum Rescue Perindo Adin Denny mengatakan, fogging kali ini akan dilakukan berdasarkan permintaan masyarakat setempat yang mengeluh banyak nyamuk dan takut terserang penyakit demam berdarah.

Fogging dilaksanakan satu RW, RW 07 RT 05. Ini ada permintaan, karena keadaan cuaca yang tak bagus, dan pancaroba,” kata Adin di Paseban, Jakarta Pusat, Minggu (3/9/2017).

Adin menegaskan, fogging merupakan adalah satu program unggulan Partai Perindo untuk membantu masyarakat agar terhindar dari penyakit. Melalui organisasi sayapnya, Rescue Perindo telah melakukan pengasapan di seluruh Indonesia.

“Ini bagian unggulan dari Rescue Perindo. Sudah hampir seluruh Indonesia kita fogging, kalau titik-titiknya saya enggak ingat,” ujarnya.

hingga saat ini fogging di RW 07 RT 05 itu masih terus berlanjut. Tim Rescue Perindo menyusuri seluruh sudut di wilayah padat penduduk untuk melakukan pengasapan guna membasmi jentik dan sebagainya.

Sekadar diketahui, sebelumnya di wilayah tersebut Rescue Perindo telah menyerahkan secara simbolik gerobak Perindo kepada sejumlah PKL. Lima gerobak tersebut didatangkan dari kota ukir, Jepara, Jawa Tengah.

Sumber:Okezone