Banyak Korban Nyamuk DBD, Alasan Warga Tangsel Minta Fogging Rescue Perindo

TANGERANG SELATAN – Warga yang bermukim di Jalan Bhakti Ibu, RT01, 02, 03, 04 RW01, Kampung Pasar Jengkol, Babakan, Setu, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), mengapresiasi kepedulian Rescue Perindo menggelar fogging di wilayahnya.

Salah satu warga, yakni Ketua RT 03, Subarkah mengatakan, bahaya perkembangbiakan nyamuk demam berdarah dengue (DBD) di lingkungannya sudah sangat mengkhawatirkan. Kesimpulan itu didapat, mengingat sejumlah orang sempat dirawat akibat terkena gigitan nyamuk demam berdarah.

“Tahun kemarin kira-kira ada sekitar 6 orang yang kena DBD, anak saya yang umur 17 tahun juga sempat kena, jadi memang udah mendesak banget harus difogging. Disini kan nggak pernah ada, terakhir fogging tahun 2016. Ya makanya kita bersyukur banget ada fogging gratis dari Rescue Perindo,” katanya di sela-sela kegiatan Fogging oleh tim Rescue Perindo, Minggu (7/1/2018).

Tercatat, ada sekira 400 Kepala Keluarga (KK) yang tinggal di RT 01, 02, 03, dan 04. Seluruh rumah, secara bergantian mendapat fogging oleh personil Rescue Perindo. Bahkan tak hanya halaman rumah saja, area saluran air, kebun, kandang hewan ternak beserta lahan-lahan kosong pun ikuti diasapi.

“Untuk titik lokasi, disini kan kebanyakan kebun yang sangat luas, dan beberapa got-got nya juga tadi lebar-lebar, beberapa rumah warga juga banyak memelihara hewan ternak, jadi itu titik-titik lokasi yang kita fogging, karena rawan sarang nyamuk DBD,” tutur Yudhistira Ikhsan Pramana, Sekjen DPP Rescue Perindo di lokasi.

Dalam kegiatan kali ini, sekira 20 personil Rescue berikut 4 alat pengasapan diturunkan. Mereka di bagi 2 kelompok, masing-masing kelompok langsung menyisir lokasi-lokasi tempat perkembangbiakan nyamuk di daerah itu.

“Mudah-mudahan dengan kegiatan kita hari ini, bisa menjadi sarana pencegahan bagi masyarakat agar tak terjangkit nyamuk DBD. Imbauannya, agar warga tetap menjaga lingkungan, tetap memelihara lingkungan. Kalau memang nanti diminta lagi untuk fogging, kami siap untuk datang kembali,” jelas Yudhistira.

Menambahkan hal itu, Ketua DPD Rescue Perindo Kota Tangsel, Dian Wiryawan menyampaikan, prosedur permohonan untuk pengajuan fogging gratis dari Rescue Perindo sangatlah mudah. Artinya, masyarakat tak harus menunggu lama dan cukup hanya membuat permintaan tertulis yang disetujui Ketua lingkungan.

“Prosedur SOP-nya yaitu, permintaan dari warga sendiri melalui surat dari pengurus RT, yang diketahui oleh pengurus RW. Jadi dalam pelaksanaannya kami bekerjasama dengan pengurus RT dan RW,” ujar Dian.

Rescue Perindo Fogging Ratusan Rumah di Banyuasin

BANYUASIN – Warga Kelurahan Tanah Mas Kecamatan Talang Kelapa, Banyuasin dapat bernafas lega. Pasalnya, nyamuk pembunuh yang berkeliaran di sana telah ditumpas oleh tim Rescue Perindo Sumatera Selatan (Sumsel), Sabtu (6/1/2018).

Ketua DPW Rescue Perindo Sumsel Salim, mengatakan untuk foging kali ini dilakukan di 8 RT Kelurahan Talang Kelapa, diantaranya RT 8, 9, 10, 34, 35, 36, 37, 38 dan RT 39. “Kurang lebih 700 rumah dan fasilitas umum yang difoging,” jelasnya.

Dia melanjutkan pengasapan dilakukan atas permintaan warga, karena di kawasan itu sudah ada korban yang akibat gigitan nyamuk demam berdarah. “Dapat kabar itu, kita langsung bergerak cepat turun ke lapangan,” jelasnya.

Selain foging, Rescue Perindo juga memberikan pemahaman pada masyarakat agar menjaga kebersihan serta menerapkan pola hidup bersih dan sehat. “Pengasapan ini hanya membunuh nyamuk dewesa, setelah ini kami imbau masyarakat melakukan pencegahan agar nyamuk tidak berkembang biak lagi di tempat ini,” katanya.

download

Sementara itu Ketua DPD Perindo Banyuasin Nuradi mengatakan, khusus di Banyuasin semua titik rawan nyamuk berbahaya telah di-fogging oleh Rescue Perindo. Sebelumnya telah di lakukan di kecamatan Banyuasin III, Pulau Rimau, Makarti Jaya, Sembawa, Talang Kelapa, Betung dan kecamatan lainnya. “Perindo juga selalu sigap membantu bila ada warga yang membutuhkan,” jelasnya.

Program fogging Perindo ini sepertinya sudah menjadi citra baik di masyarakat. Karena sejauh ini, khususnya di Banyuasin, baru partai Perindo yang konsen dan berkelanjutan turun ke bawah.

“Mungkin ini bedanya Perindo dengan partai lain, selalu datang ketika dibutuhkan masyarakat, bukannya datang saat butuh dengan masyarakat saja,” ujar Anton salah seorang warga RT 39.

Dia menilai, pada prinsipnya masyarakat bawah perlu perhatian dan tidak harus dengan pemberian bantuan. Apalagi yang sifatnya tunai sekali habis.

“Kita tidak munafik, semua orang butuh materi, tapi kegiatan ini lebih dari materi karena menyelamatkan nyawa dari ancaman nyamuk berbahaya. Ibaratnya yang diberikan ini kehidupan, bukan sekedar materi,” katanya.

Lain lagi yang diungkapkan Yati (43) warga Perum Tanah Mas, Partai Perindo sudah cukup akrab di telinga nya, karena saban hari ditayangkan di TV. Bahkan dua balitanya sampai hafal mars partai ‘Rajawali Biru’ tersebut. Tapi untuk kegiatan foging ini, Dia baru tahu kalau programnya Perindo.

“Memang foging sudah beberapa kali dilakukan di kawasan ini, sebulan lalu di RT sebelah. Saya sama sekali gak tahu kalau ini kegiatan partai. Karena biasnaya acara partai itu, ngajak warga kumpul ada ceramah, hiburan, pulang dapat kaos. Tapi yang ini membasmi nyamuk, dan saya pribadi lebih suka yang seperti ini, bukan sekedar seremoni,” ujarnya.