Purnawirawan TNI Nilai Lucu dan Aneh Kasus SMS Ketum Perindo

JAKARTA – Kolonel (Purn) TNI Patekkai mengaku prihatin, atas kasus yang dialami Ketua Umum (Ketum) Partai Persatuan Indonesia (Perindo), Hary Tanoesoedibjo atau akrab disapa HT yang dituding mengirim pesan singkat atau SMS bernada ancaman.

Menurut pria yang mengaku pengalaman di bidang Militer karena pernah ditugaskan‎ di satuan Tempur, teritorial dan intelijen itu menganggap SMS HT tidak memiliki unsur ancaman.

‎”Jadi setelah saya mempelajari apa yang ada di koran, media, lucu saja. Saya menganggap itu lucu,” ujar Patekkai di Kantor DPP Perindo, Menteng, Jakarta, Senin (3/7/2017).

Patekkai menilai, tudingan yang disematkan kepada Hary Tanoe terkesan aneh. Sebab, SMS itu sudah berlangsung sekira 1,5 tahun, namun baru kali ini dimunculkan.

Menurutnya, wajar jika sebagian kalangan menganggap kasus ini penuh tendensi politik. Baginya, tendensi politik ini bisa dipahami bukan saja orang dewasa, melainkan anak kecil.

‎”Nah Pak HT ini saya kenal, orang yang baik tidak ada unsur politik dia, walaupun dia di Perindo. Tapi (kehadiran HT di politik) itu dia untuk kesejahteraan masyarakat, itu harus diakui,” tutur pria yang mengaku sudah pengalaman di birokrasi pemerintahan.

Patekkai menduga, kasus yang dialami HT ini karena Partai yang dipimpinnya tengah mengalami perkembangan yang cukup pesat. Sehingga, kemungkinan ada pihak-pihak yang tidak senang atau iri bisa saja terjadi.

‎”Itu yang saya lihat, dari (kasus ini) digoncang dia (HT) sekarang oleh oknum-oknum tertentu. Saya udah mengatakan ini ada apa ini, tapi lucu aja. Saya baru lihat kali ini permainan politik seperti ini,” papar pria yang pernah menjabat eselon I di Kemenpora.

Sumber: Sindonews

Iklan

Rescue Perindo Membubuhkan Tanda Tangan Tolak Kriminalisasi HT

JAKARTA – Rescue Perindo sebagai organisasi sayap Partai Persatuan Indonesia (Perindo) akan membubuhkan tandatangan. Langkah ini dilakukan sebagai wujud dukungan kepada Ketua Umum (Ketum) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Perindo, Hary Tanoesoedibjo atau dikenal HT.

Aksi tandatangan akan dilakukan di DPP Partai Perindo, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat. Mereka menilai ada motif kriminalisasi dalam kasus yang melibatkan Hary Tanoesoedibjo.

“Kita melihat ada sesuatu yang tidak benar yang menimpa pimpinan kita gitu. di Kriminalisasi,” ujar Ketua Umum Rescue Perindo, Adin Denny di DPP Perindo, Jakarta, Senin (3/7/2017).

Menurutnya, aksi tersebut juga dimaksudkan untuk mengkritik langkah aparat penegak hukum yang menuding Hary Tanoesoedibjo mengancam Jaksa Yulianto melalui pesan singkat (SMS). Dia mengingatkan, aparat hukum seperti kepolisian dan kejaksaan jangan ‎bertindak di luar ketentuan hukum.

“Jadi ini harus disikapi oleh kita bahwa birokrasi dan kejaksaan itu harus benar-benar tidak dicampur dengan politik‎,” ucapnya.

Bareskrim Polri menetapkan Hary Tanoesoedibjo sebagai tersangka dalam kasus pesan singkat atau SMS kepada Jaksa Yulianto. Padahal sejumlah pihak menilai tidak ada unsur ancaman dalam SMS yang dikirim Hary Tanoesoedibjo itu.

Salah satunya Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Cawan Pelita yang menilai, unsur ancaman tidak bisa dibuktikan. Ketua LBH Cawan Pelita, Oktaviandi Sitorus menilai penetapan tersangka tersebut mengabaikan rasa keadilan masyarakat.

Sumber: Sindonews

Aksi Petisi Dukung Ketum Perindo Hary Tanoe Digelar Serentak di Sejumlah Daerah

JAKARTA – Ketua Umum DPP Rescue Partai Perindo, Adin Denny menuturkan, aksi petisi dukungan terhadap Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo dilakukan serentak di tiga provinsi pada hari ini, Senin (3/7/2017). Yakni, di DKI Jakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Aksi serentak tersebut, kata Adin, sebagai simbol perlawanan kriminalisasi terhadap Hary Tanoe.

“Jadi, salah satunya saat ini kita memberikan dukungan kepada beliau bahwa mereka ini penegak hukum harus memahami bahwa ini sengaja mengkriminalisasikan,” ujar Adin di DPP Partai Perindo, Jalan Diponogoro, Menteng, Jakarta Pusat.

Adin mengatakan, lebih memilih cara seperti ini ketimbang melakukan aksi unjuk rasa, karena dengan cara menggelar petisi dukungan terhadap Hary Tanoe dinilai lebih santun dan tertib.

‎”Kita melakukan (aksi) ini tidak dengan demo atau apa, kita melakukan dengan santun, dengan cara memberikan petisi bahwa kita memberikan dukungan kepada bapak Hary Tanoe,” tutupnya.

Sumber : Okezone

DPW Perindo Jatim Gelar Aksi Tanda Tangan #dukungHT

SURABAYA – Upaya kriminalisasi yang dilakukan oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) kepada Ketua Umum DPP Perindo Hary Tanoesoedibjo memicu gejolak. Dalam beberapa hari terakhir, dukungan moral kepada Hary Tanoe bermunculan. Kali ini DPW Rescue Perindo Jawa Timur menggelar aksi tanda tangan. Aksi ini juga mengecam upaya kriminalisasi terhadap Hary Tanoe.

Ketua DPW Rescue Perindo Jawa Timur Suci Rahmawati mengatakan, ini sebenarnya bentuk dukungan moral kepada Hary Tanoe.

“Aksi ini sengaja digelar dan memberi dukungan kepada Pak Hary Tanoe. Kami juga meminta kepada pihak terkait untuk stop kriminalisasi terhadap Ketua Umum DPP Perindo,” kata Suci saat menggelar aksi di depan kantor DPW Perindo Jawa Timur, Jalan Kertajaya, Senin (3/7/2017).

Suci menjelaskan, aksi ini selain diikuti sejumlah masyarakat yang melintas di Jalan Kertajaya, juga diikuti oleh perwakilan DPD Rescue tingkat kabupaten/kota se-Jawa Timur. Setidaknya ada sekitar 300 lebih tanda tangan yang dibubuhkan di kain putih sepanjang 5 meter itu.

“Kami memang sengaja mengundang perwakilan DPD Rescue se-Jatim. Ada beberapa masyarakat juga yang ikut membubuhkan tanda tangan,” jelasnya.

Terhadap kasus yang menimpa Hary Tanoe, kata Suci, adalah ada upaya kriminalisasi yang dilakukan oleh pihak Kejaksaan. Menurutnya, pesan pendek yang dikirimkan ke Jaksa M Yulianto tidak ada nada ancaman. Bahkan, jika dilihat dari bahasanya, pesan pendek tersebut bersifat normatif.

“Sebenarnya ada permainan juga. yang jelas kasus terkait sms itu sendiri tidak menunjukkan itu ancaman dan Pak Hary Tanoe ini dikriminalisasi,” pungkasnya.

Sumber : Okezone