RESCUE PERINDO BALIKPAPAN BANTU PENEMUAN JENAZAH SEORANG PEMANCING

Tim DPD Rescue Perindo Balikpapan, Kalimantan Timur ikut terjun ke lokasi guna mencari seorang pemancing ikan yang dikabarkan hilang di Pelabuhan Chevron, Balikpapan, Kamis (18/5/2017). Jumat dini hari tadi, Rescue Perindo Balikpapan dan tim gabungan akhirnya menemukan korban bernama Badmi Noor dalam kondisi sudah tidak bernyawa.

“Awal penemuan jenazah itu di mana kita melakukan penyisiran di sekitar korban jatuh di Pelabuhan Chevron. Dari kejauhan kami melihat ada benda mengapung, setelah kita sorot mengunakan lampu dan benar itu jenazah pemancing yang hilang,” ujar Ketua DPD Rescue Perindo Balikpapan M Nur Muchtar, Jumat (19/5/2017).

M Nur mengatakan, jenazah bernama Badmi Noor warga Jalan Jenderal Sudirman, Klandasan Ulu, Kota Balikpapan tersebut ditemukan sekitar pukul 02.45 WIB Jumat dini hari tadi. Sebelum dikabarkan menghilang, korban pergi memancing sejak Rabu (17/5/2017).

Lantas, DPD Rescue Perindo mendapatkan informasi pada Kamis (18/5/2017), seorang warga yang sedang memancing di sekitar Pelabuhan Chevron dikabarkan terjatuh ke laut dinyatakan hilang dan tenggelam.

“Kami mendengar ada kabar warga tenggelam di Pelabuhan Chevron. Rescue Perindo Balikpapan langsung menerjunkan enam anggota ke TKP. Saat berada di lokasi memang benar ada seorang pemancing yang terjatuh dan tenggelam di pelabuhan itu,” kata M Nur.

Kamis malam hingga Jumat dini hari, Rescue Perindo bersama tim gabungan dari BPBD Balikpapan, SAR, KP3 Semayang, Polair, Bala Kencana, Rapi, Orari, PMI STIE Mapala dan Banda langsung melakukan pencarian terhadap Badmi Noor. Penyisiran itu akhirnya menemukan jenazah Badmi Noor sedang terapung di permukaan laut sekitar pelabuhan.

“Setelah kami menemukan dan mengevakuasi jenazah akhirnya kami laporkan kepada pihak kepolisian.  Apa yang Rescue Perindo Balikpapan lakukan hari ini akan membuat kita semakin solid dan tentunya dengan ke-ikhlasan hati membantu masyarakat,” tutup M Nur.

Terpisah, Ketua DPP Rescue Perindo Adin Denny menyatakan, tugas utama dari Rescue Perindo adalah ikut berjibaku dalam membantu masyakarat terdampak bencana alam sebagaimana diamanatkan Ketum Perindo Hary Tanoesoedibjo. Terlebih, hadirnya Rescue Perindo di tengah masyarakat dapat meringankan beban korban bencana dan membantu pemerintah dalam penanggulangan bencana.

“Nah, berkaitan dengan langkah Rescue Perindo Balikpapan ikut membantu melakukan pencarian jenazah seorang pemancing yang tenggelam tentu saya mengapresiasikan kerja cepat mereka yang sigap membantu masyarakat. Artinya, Rescue Perindo harus tetap kokoh dan jangan patah arang untuk membantu sesama, terutama rakyat kecil,” tandas Adin.

Iklan

Sepekan Setelah Longsor di Tangsel, Rescue Perindo Masih Bertahan

TANGERANG – Tim Rescue Perindo masih bertahan dan bersiaga di posko dampak bencana Koceak, Kranggan, Setu, Tangerang Selatan. Keberadaan Tim Rescue Perindo sudah sepekan sejak longsor di kawasan tersebut terjadi.

Berdasarkan pantauan di lokasi, sejumlah personel DPD Rescue Perindo yang didominasi kaum perempuan, terlihat sibuk membantu pelayanan dapur umum bagi masyarakat. Beberapa di antaranya, bersiap di posko kesehatan dan bantuan.

“Rescue Perindo Tangsel ikut bersiaga di posko bencana Koceak Kranggan, dan membantu pihak pemerintah dalam menerima sumbangan dari masyarakat serta mendistribusikannya,” ujar Ketua DPD Rescue Perindo Tangsel, Dian Wiryawan, di posko Koceak, Minggu (14/5/2017).

Dia mengaku akan terus bersiaga di posko tersebut mengantisipasi kejadian yang setiap saat bisa berubah. Apalagi, kata dia patahan longsor dinilai cukup luas dan ekstrim dapat memicu longsor lanjutan.

Dia juga berharap agar pemerintah pusat dan daerah segera merealisasikan bantuan perbaikan material bangunan kepada seluruh korban longsor di dua wilayah. Dia menyebutkan, dua wilayah dimaksud adalah Kampung Koceak dan Kampung Sengkol, Muncul.

“Karena kebutuhan itu yang diutamakan para korban di dua wilayah ini,” ucapnya

Puluhan rumah warga mengalami kerusakan parah akibat longsor yang sempat terjadi berulang kali. Bahkan beberapa rumah ambruk hingga rata dengan tanah.
Patahan longsor yang cukup dalam terlihat di beberapa titik Kampung Koceak, karena masih dianggap rawan longsor, sekitar 396 kepala keluarga diungsikan ke tempat yang lebih aman.

Tangkal Demam Berdarah, Rescue Perindo Lakukan Fogging Gratis di Brebes

BREBES – Rescue Perindo Jawa Tengah hari ini menggelar fogging di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Kegiatan yang bertujuan menangkal penyakit demam berdarah tersebut dilaksanakan tepatnya di RT 01 -04 RW IX, Kelurahan Brebes, Kecamatan Brebes.

“Warga di sana mengajukan permohonan agar kampungnya difogging oleh Rescue Perindo,” kata Ketua Rescue Perindo Jateng, Mochsin Anwar, Brebes, Minggu (14/5/2017).

Pelaksanaan fogging rencananya digelar pada pukul 09.00 WIB. Menurut Mochsin, Rescue Perindo sama sekali tidak memungut biaya sepeser pun untuk kegiatan fogging tersebut. “Fogging ini gratis. Jadi warga tinggal ajukan fogging ke kami nanti kami segera lakukan fogging,” ujar Mochsin.

Rescue Perindo terus berupaya dengan sungguh-sungguh membebaskan Jawa Tengah bebas dari demam berdarah. Hampir setiap akhir pekan, Rescue ini mengadakan fogging di wilayah Jawa Tengah.

Mantap! Selain Fogging, Rescue Perindo Bagikan Bubuk Abate ke Warga Rawa Barat

JAKARTA – Rescue Perindo menggelar kegiatan fogging gratis untuk mencegah virus demam berdarah dengue (DBD) di RW 02, Kelurahan Rawa Barat, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Ketua Rescue DPP Perindo Adin Denny selaku, fogging ini merupakan kegiatan rutin sebagai bentuk bahwa Partai Perindo peduli pada kesehatan masyarakat.

“Ini memperlihatkan bahwa Partai perindo melalui Rescue Perindo sebagai bentuk bukti Perindo lebih pada kesehatan masyarakat, dan juga kegiatan sekarang untuk mencegah DBD sebelum adanya korban,” tutur Adin, Sabtu (13/5/2017).

Adin menambahkan pada 4 Juni 2017,Rescue Perindo akan merayakan HUT ke-1, dan akan menggelar acara fogging serta pemabagian takjil serentak di seluruh Indonesia.

“Nanti ada HUT Rescue Perindo yang pertama akan ada kegiatan fogging dan pembagian takjil serentak seluruh indonesia tanggal 4 Juni 2017,” ungkapnya.

Perindo Makin Gencar Fogging karena Pemda Lambat Merespons Permintaan Warga

JAKARTA – Rescue Perindo gencar melakukan aksi pengasapan atau fogging secara gratis di ‎berbagai daerah di Indonesia, untuk mencegah terjangkitnya penyakit demam berdarah dengue (DBD) di masyarakat. Aksi itu dilakukan sebagai respons atas permintaan masyarakat.

Selama ini masyarakat sering kecewa karena lambatnya respons pemerintah daerah saat mereka minta lingkungannya diasapi. Terlebih pemerintah sering menunggu adanya yang terkena DBD dulu baru pengasapan di lingkungan itu dilakukan.

Namun, sekarang Partai Perindo lewat organisasi sayapnya Rescue Perindo menyediakan layanan fogging gratis. Layanan ini dimanfaatkan betul oleh warga di sejumlah daerah di Tanah Air. Hampir saban hari, Rescue Perindo menerima permintaan langsung dari masyarakat agar mengasapi permukimannya.

Ketua Umum DPP Rescue Partai Perindo,‎ Adin Denny mengatakan, aksi pengasapan merupakan kegiatan rutin Rescue Perindo guna memenuhi permintaan rakyat. Begitu ada permintaan, pihaknya langsung turun ke lokasi.

‎”Ini akibat kadang pemda telat melakukan pengasapan, maka kita Rescue (Perindo) tanpa menunggu, asal ada permintaan langsung Rescue Perindo melakukan pengasapan‎,” kata Adin, Minggu (7/5/2017).

Hari ini, Rescue Perindo juga menggelar fogging di sejumlah titik di Kabupaten Bantul, Yogyakarta; Bekasi Timur, Kota Bekasi, lalu di Magelang Selatan, Jawa Tengah.

Menurut Adin, fogging tersebut bertujuan mencegah timbulnya penyakit DBD. Sehingga, pengasapan seharusnya juga bisa menjadi perhatian bagi pemda.

“Yang pasti kami melakukan fogging lebih kepada mencegahnya. Jadi bukan menunggu terjangkit DBD baru di fogging,” tandasnya.