RESCUE PERINDO YOGYAKARTA TAKLUKKAN PUNCAK GUNUNG SLAMET

Tim DPW Rescue Perindo Yogyakarta berhasil menampakkan kaki di puncak Gunung Slamet. Di atas gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut, Rescue Perindo mengibarkan bendera kebesarannya.

“Tim DPW Rescue Perindo Yogyakarta dipimpin Edyo dan Haris berhasil mengibarkan bendera Rescue Perindo di puncak Gunung Slamet,” kata Ketua DPP Rescue Perindo Adin Denny, Rabu (26/4/2017).

Menurut Adin, tim pendaki gunung DPW Rescue Perindo berangkat dari Yogyakarta menuju puncak Gunung Slamet membutuhkan waktu dalam tiga hari.  Di tengah perjalanan, tim DPW Rescue Perindo Yogyakarta ikut membantu pendaki gunung yang tersesat.

“Dan, alhamdulilah pendaki tersebut bisa melanjutkan perjalanan kembali, semoga Rescue Perindo bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Adin.

Sementara, Edyo yang memimpin pendakian Tim Rescue Perindo Yogyakarta ke puncak Gunung Slamet mengatakan, tim Rescue Perindo mulai melakukan perjalanan dari Yogyakarta pada Jumat (21/4/2017) sekitar pukul 14.00 WIB, dan sampai di basecamp Bambangan, Purbalinga pukul 18.15 WIB untuk beristirahat.

“Malam itu kami menginap di basecamp dan saya melakukan pendakian ditemani enam orang, empat orang dari Magelang dan dua orang dari Klaten,” ujar Edyo.

Keesokan harinya, Edyo menuturkan, cuaca yang kurang bersahabat pada Sabtu (22/4/2017) pagi, membuat perjalanan tim Rescue Perindo menuju puncak Gunung Slamet sedikit terhambat. Namun begitu tim Rescue Perindo Yogyakarta tetap melanjutkan perjalanan hingga tiba di pos 5 sekira pukul 18.15 WIB.

Penasaran ingin melihat langsung terik sinar matahari pagi terbit di puncak Gunung Slamet, tim Rescue Perindo Yogyakarta kembali melakukan pendakian pada Minggu (23/4/2017) dini hari sekira pukul 03.00 WIB dan akhirnya tiba di puncak Gunung Slamet tepat pada pagi hari.

“Sampai di puncak pukul 07.30 WIB,  dan kembali turun pada siang hari,” ujar Edyo.

Menurut Edyo, dalam perjalanan turun dari puncak Gunung Slamet menuju pos 8, tim Rescue Perindo Yogyakarta menjumpai seorang perempuan pendaki yang kesasar dan tidak sadarkan diri.  Tim Rescue Perindo Yogyakarta akhirnya membantu wanita tersebut hingga kembali melanjutkan perjalanan.

“Di pos 8, kami menjumpai seorang pendaki wanita pingsan dan membantu sampai dia bisa melanjutkan perjalanan. Kami antar dia sampai ke lokasi teman-temannya di pos 7 dan kemudian kami melanjutkan perjalanan turun gunung sampai pos 1,” ucapnya.

Menurut Edyo, sebagian pengurus Rescue Perindo Yogyakarta merupakan pecinta alam, maka tak heran puncak gunung tertinggi di Indonesia termasuk puncak Gunung Slamet menjadi sasaran tim Rescue Perindo Yogyakarta untuk ditaklukkan.

“Selain hobi mendaki gunung, tim Rescue Perindo juga melatih dalam penanggulan bencana alam seperti ketika pasca bencana meletusnya Gunung Merapi di Yogyakarta,” tutup Edyo.

Bapak Tua Beri Uang saat Fogging, Rescue Perindo: Pak, Ini Gratis

JAKARTA – Kegiatan unik dan mengharukan terjadi pada saat Rescue Perindo melakukan kegiatan fogging di RW 04 Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Sabtu (8/4/2017). Di mana ada seorang bapak tua yang datang menghampiri tim untuk memberikan sejumlah uang yang telah dimasukkannya ke dalam amplop.

“Kan SOP-nya kita fogging, kita kasih stiker jadwal fogging selanjutnya, dan kita kasih baju. Terus ada bapak-bapak tua datang kasih uang (dimasukkan amplop) ke kita,” kata Ketua DPP Rescue Perindo Adin Denny, menceritakan.

Amplop yang diberikan warga RT 014 Petamburan itu pun ditolak secara halus oleh Adin dan timnya. Ia mengatakan, kegiatan fogging ini tidak dipungut biaya alias gratis. Sebab, Rescue Perindo ingin terus melayani masyarakat.

“Ya terus kita tolak dan kita bilang ‘Pak, maaf ini gratis, kita tidak memungut bayaran. Rescue Perindo ini tugasnya melayani masyarakat melalui fogging gratis.’ Kita juga jadi kaget dengan hal itu,” ujar Adin.

Tak pantang menyerah, kakek itu pun mencoba memberikan ‘uang terimakasih’ tersebut ke pengurus RW setempat dengan harapan bisa diberikan ke tim Rescue. Namun, upaya kakek itu terhenti lantaran pemberiannya kembali ditolak.

“Amplop itu terus diberikan ke RW, padahal kan dari awal sudah disampaikan bahwa ini tidak dipungut biaya. Ya, intinya kita sangat senang dapat membantu masyarakat. Di kegiatan bhakti sosial biasanya kan warga dipungut biaya lima ribu (untuk fogging). Jadi warga juga cukup kaget ternyata kegiatan fogging Rescue Perindo ini gratis,” tutur Adin.

Karena itu, Adin dan timnya terus bertekad untuk melanjutkan kegiatan fogging ini demi membantu masyarakat. “Kegiatan ini kita massifkan karena untuk kepentingan masyarakat. Jadi saat ini masyarakat itu butuh fogging, butuh sehat dan butuh lingkungan yang bersih. Kita hadir untuk itu,” pungkas dia.

Ini yang Menggerakkan Rescue Perindo Gencar Fogging Permukiman Warga

JAKARTA – Rescue Perindo kembali menggelar fogging atau pengasapan gratis di permukiman warga. Kali ini aksi dipusatkan di tujuh RT dalam RW 04 Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Tujuannya untuk menangkat terjangkit demam berdarah dengue (DBD).

Perindo lewat organisasi sayapnya memang gencar menggelar fogging diberbagai daerah. Hal itu sebagai bentuk keprihatinan atas kurangnya kepedulian pemerintah terhadap kondisi kesehatan dan lingkungan masyarakat.

“Kita prihatin dengan keadaan masyarakat yang banyak terjangkit DBD di sini. Kebersihan lingkungan itu penting, kita harus berikan edukasi. Karena keterlibatan pemerintah kurang, akhirnya Perindo melalui Rescue kembali turun memberikan fogging gratis untuk kebersihan lingkungan dan kesehatan masyarakat,” ujar Ketua DPP Rescue Perindo Adin Denny di Petamburan, Sabtu (8/4/2017).

Adin menuturkan, di RW 04 Petamburan sudah lama tidak ada fogging. Tak ayal, hal itu menyebabkan warga terjangkit penyangkit demam berdarah karena gigitan nyamuk aedes aegypti.

Pria berkumis tipis itu pun tak mau hal tersebut terjadi lagi. Masyarakat, kata dia, harus diperhatikan kondisi kesehatan dan kondisi lingkungannya. Sebab, hal itu merupakan kebutuhan dasar yang harus dipenuhi.

“Kegiatan ini kita massifkan karena untuk kepentingan masyarakat. Jadi saat ini masyarakat itu butuh fogging, butuh sehat dan butuh lingkungan yang bersih. Kita hadir untuk itu,” ujar dia.

Selain fogging, Tim Rescue Perindo juga menelusuri gang-gang kecil di sana untuk memastikan seluruh masyarakat dapat menikmati layanan fogging ini.

Selain itu, Adin juga aktif berinteraksi dan menyapa warga sekitar yang tampak antusias dengan kehadiran Rescue Perindo ini.

Marni (38), warga Petamburan, mengaku senang atas fogging gratis dari Rescue Perindo. Pasalnya, kegiatan itu sangat meringankan beban masyarakat menjaga lingkungan.

“Bersyukur dan senang dengan adanya fogging ini. Bisa di lihat sendiri bagaimana kondisi lingkungan di sini (padat penduduk). Semoga bakti Rescue Perindo ini bisa terus dilanjutkan. Hal-hal seperti inilah yang sebetulnya sangat dibutuhkan oleh kita sebagai masyarakat,” pungkas Marni.