21 Warga Terjangkit DBD, Rescue Perindo Bergerak Cepat Fogging Desa Pasucen

PATI – Perang terhadap penyakit demam berdarah terus dilakukan oleh DPW Rescue Perindo Jawa Tengah. Kali ini bersama Rescue Perindo Pati, digelar fogging di empat rukun tetangga yaitu Rt 1, 04, 06 dan Rt 07 Desa Pasucen, Kecamatan Tangkil.

Ketua DPW Rescue Partai Perindo Jawa Tengah, Mochsin Anwar mengatakan, Desa Pasucen merupakan wilayah yang warganya paling banyak terjangkit demam berdarah. Itulah sebabnya, pihaknya melakukan fogging di kawasan ini.

Berdasarkan laporan pihak desa, ada 21 warga yang menderita demam berdarah dalam 4 bulan terakhir. Sementara jumlah penghuni Desa Pasucen mencapai 3.000 kepala keluarga.

“Ini adalah rekor terbanyak warga yang terkena demam berdarah,” papar Mochsin Anwar, Minggu (30/4/2017).

Muchsin menambahkan, Rescue Perindo langsung bergerak cepat begitu mendapat begitu laporan dari warga. Pihaknya khawatir jumlah korban bertambah, karena menurut warga, belum ada langkah antisipasi dari pemerintah setempat.

“Akhirnya warga beramai-ramai mengajukan permohonan fogging pada Partai Perindo,” terangnya.

Hasil pantauan pihaknya, banyak warga terjangkit demam berdarah karena di Desa Pasucen masih banyak kandang sapi dan kambing yang perawatannya kurang baik. “Karena itulah, warga sini banyak yang terkena demam berdarah,” pungkasnya.

Iklan

Konsisten Jalankan Program Fogging, Rescue Perindo Asapi Wilayah Kalideres

JAKARTA – Sayap Perindo tersebut melakukan pengasapan di Kompleks Kopti, Kelurahan Semanan, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Rescue Perindo Jakarta, Yudhistira mengatakan, ada lima RT, yakni dari satu sampai lima di lingkup RW 11 Kompleks Kopti yang diasapi hari ini, Sabtu (29/4/2017).

Lokasi pengasapan ialah permukiman warga yang dekat dengan pasar. “Jangan sampai ada warga kena DBD dulu, baru minta di-fogging,” tegasnya.

Yudhistira mengungkap, sebenarnya pengasapan ini memang merupakan program utama Rescue Perindo. setiap pekan. Tim Rescue Perindo pasti melakukan fogging di Jakarta dan sekitarnya.

“Jadi kami di sini hadir dengan harapan bisa membantu warga untuk menjaga lingkungan dan mencegah penyebaran bibit penyakit yang dibawa nyamuk DBD,” sambungnya.

Rapat Pembetukan Struktur Dpw Yogyakarta dan 5 Dpd se Jogja, serta Sosialisasi SOP fogging dan Persiapan Fogging

​JAKARTA – Rescue Perindo Dpw Yogyakarta mengadakan rapat pembentukan struktur Dpd Rescue se-Yogyakarta serta sosialisasi SOP fogging dan Persiapan Fogging. Kamis (27/04/17)

“Ada 5 Dpd yang sudah siap untuk di bentuk yaitu, Bantul, Sleman, Kulon Progo, Gunung Kidul, dan Kotamadya Jogja”,ujar Eko Prapto Nugroho.

Di samping itu, Selain mengadakan rapat pembentukan struktur Dpd, Rescue PerindoYogyakarta juga melakukan sosialisasi SOP Fogging, karena Rescue Perindo Dpw Yogyakarta sudah mempunyai 1 Mesin Fogging, yang mereka beli dengan usaha mandiri Dpw Yogyakarta sendiri.

Dalam rapat tersebut, Rescue Perindo Dpw Yogyakarta juga mempersiapkan tim untuk kegiatan Fogging Rescue Perindo Dpw Yogyakarta yang akan diadakan pada Minggu (30/04/17), di Sleman Yogyakarta.

Perindo, Partai Politik Pertama yang Tancapkan Bendera di Puncak Gunung Alpen

JAKARTA – Ketua Dewan Pembina Rescue Perindo menancapkan bendera kebesaran Partai Perindo di saat menyusuri luasnya pegunungan Alpen di Eropa. Perjalanan salah satu inisiator Rescue Perindo tersebut menempuh ribuan kilometer mengitari berbagai negara di Eropa Barat.

Persiapan pun dimulai dari negeri Pizza, Itali. Saat itu, tim dibantu oleh salah satu warga setempat bernama Andrea Milano untuk merancang rute. Awalnya tim hendak menyewa motor dari Itali, tetapi harga yang tak terjangkau membuat tim mengalihkan jalur awal pendakian di Amsterdam, Belanda.

“Kebetulan saya mempunyai kawan orang Belanda yang bersedia menjadi road captain yakni Coen Hoogendijk rider dari Belanda. Mulailah kita mempersiapkan visa, tiket dan segala sesuatu persiapan untuk keberangkatan. Kita pelajari perjalanan di sana, rute, lalulintas, suhu dan tentunya komunikasi,” jelas Wijaya Kusuma saat menceritakan pengalamannya kepada Okezone, Kamis (27/4/2017).

JAKARTA – Ketua Dewan Pembina Rescue Perindo menancapkan bendera kebesaran Partai Perindo di saat menyusuri luasnya pegunungan Alpen di Eropa. Perjalanan salah satu inisiator Rescue Perindo tersebut menempuh ribuan kilometer mengitari berbagai negara di Eropa Barat.

Persiapan pun dimulai dari negeri Pizza, Itali. Saat itu, tim dibantu oleh salah satu warga setempat bernama Andrea Milano untuk merancang rute. Awalnya tim hendak menyewa motor dari Itali, tetapi harga yang tak terjangkau membuat tim mengalihkan jalur awal pendakian di Amsterdam, Belanda.

“Kebetulan saya mempunyai kawan orang Belanda yang bersedia menjadi road captain yakni Coen Hoogendijk rider dari Belanda. Mulailah kita mempersiapkan visa, tiket dan segala sesuatu persiapan untuk keberangkatan. Kita pelajari perjalanan di sana, rute, lalulintas, suhu dan tentunya komunikasi,” jelas Wijaya Kusuma saat menceritakan pengalamannya kepada Okezone, Kamis (27/4/2017).

“Komunikasi menjadi penting, karena sekali kita hilang di negeri orang, maka cari jalannya balik menjadi susah. Peserta yang ikut adalah Dedi Mulyadi, Arif Suryono, Wawan, Wijaya Kusuma, Basri Kamba dan Istri, Heri Cahyono, Mufti, Andrea Milano, Heri Luthfi Thaeb, Badawi, Fauzan Susanto, Bambang Sukarsono, Fauzan Susanto. Sebagian besar justru penggemar olah raga speed offroad. Namun kami punya keinginan sama, menjelajah penjuru dunia mengendara motor. Setelah tahun lalu kami ke Himalaya melalui Jalur Annapurna, maka tahun ini kami mencoba keliling Eropa Barat,” papar Wijaya.

Pemberangkatan

Tim berangkat pada tanggal Jumat, 14 April 2017 dengan menggunakan Emirate Airlines EK 369 dengan tujuan Dubai pada pukul 07.25 pagi, kemudian menuju Belanda dengan penerbangan nomor EK 149 hingga pukul 20.00 malam.

“Esok harinya kami keliling Kota Amsterdam, sore hari kami ketempat penyewaan motor yang terletak di Amsterdam-Duivendrecht, kami melakukan penyesuaian motor dan melunasi biaya sewa motor. Sebagian besar teman teman membeli perlengkapan riding gear. Sementara bang Aik (Heri Luftfi Thaeb), Badawi dan Mas Bambang Karsono mengambil mobil Mercedes Sprinter Van. Motor yang kami gunakan pun bervariasi, ada BMW GS 1200, Afrika Twin, Honda VFR1200X, Super Tenere, Crossrunner dan Brugman,” jelas Wijaya sembari melanjutkan perjalanan.

Minggu 16 April 2017 dini hari tim mulai bergerak menuju Luxembourg, melalui Maastricht, Belanda. Jarak tempuh jalur Maastricht hingga Luxembourg mencapai 217 Km perjalanan melalui jalanan highway. Ancaman seperti hujan dan cuaca dingin mengancam perjalanan tim saat itu. Dengan kecepatan rata-rata 130 KM/jam, tim sampai di Luxembourg pukul 11.00 waktu setempat. Setelah makan siang, tim berfoto ria di Cathedral Basilica of Saint Servatius, gereja tua yang dibangun tahun 1180.

“Perjalanan dilanjutkan menuju Luxembourg melalui jalanan yang indah dan berliku. Kami menginap di atas bukit di Hotel Campanile Luxembourg. Sampai di sini motor yang saya kendarai sempat overheating dan lampu tanda radiator bernyala kembali, saya sudah mulai kuatir tapi kalau di jalanan lurus motor normal kembali. Surprise, disini kami ketemu dengan Sahabat lama bule jawa yang lama tinggal di Bali, Andrea Milano. Dia rupanya sudah naik motor dari Milan ke Luxembourg sendirian. Senang rasanya ketemu sahabay lama di Luxembourg, kita akhirnya ngobrol panjang dan bercanda ria hingga malam hari,” papar Wijaya mengenang.

PERINGATI HKBN, RESCUE PERINDO IKUTI LATIHAN GABUNGAN PENANGGULANGAN BENCANA DI BALIKPAPAN

Pengurus Rescue Perindo mengikuti kegiatan latihan gabungan dalam rangka memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional (HKBN) di Balikpapan, Kalimantan Timur, Selasa (26/4/2017). Latihan gabungan ini akan menjadi modal dan motivasi bagi Rescue Perindo dalam penanggulanan tanggap bencana.

Ketua DPP Rescue Perindo Adin Denny mengatakan pada peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional, Rescue Perindo diundang untuk mengikuti latihan gabungan penanggulan bencana di Balikpapan.

Dalam kegiatan tersebut, tidak hanya Rescue Perindo, namun BPBD, SAR, Balakarcana, Rapi, PMI dan Banda ikut dalam latihan gabungan tersebut.

“Dalam kegiatan itu, kami mengutus Muhammad Nur Mukhtar selaku Ketua DPD Rescue Perindo serta M Arif dan M Donny,” ujar Adin di Jakarta, hari ini.

Menurutnya perwakilan dari Rescue Perindo ikut terlibat dalam berbagai latihan gabungan seperti melakukan pertolongan korban kebakaran di atas gedung bertingkat.

Di samping itu, pengurus Rescue Perindo juga ikut ambil bagian dalam proses pemadaman kobaran api di gedung bertingkat.

“Dalam latihan gabungan itu banyak pelatihan yang diberikan, salah satunya menurunkan korban kebakaran dari gedung bertingkat yang telah dievaluasi oleh tim penyelamat,” ujar Adin.

Adin menegaskan, latihan gabungan yang diikuti Rescue Perindo pada peringatan HKBN tentu akan sangat bermanfaat bagi pengurus.

Terlebih, latihan gabungan ini bentuk kerjasama BPBD dan SAR dengan mengajak seluruh organisasi kebencanaan termasuk Rescue Perindo. Dengan begitu, terjalin kerjasama dan hubungan baik antara Rescue Perindo, BPBD dan SAR.

“Apalagi ketika nanti terjadi bencana alam, Rescue Perindo akan dilibatkan dalam penanggulangan bencana di Balikpapan dengan bekerjasama dengan BPBD dan Tim Sar,” ungkapnya.