Lima Warga Positif Terkena DBD, Rescue Perindo Terpanggil Gelar Fogging di Magelang

MAGELANG – Tim rescue DPW Partai Perindo Jateng kembali bergelut memberantas penyebaran wabah demam berdarah dengue (DBD).

Kali ini, Rescue Partai Perindo Jateng pimpinan Mochsin Anwar menggelar fogging atau pengasapan di RT 04-06 RW II Kelurahan Cacaban, Kecamatan Magelang Tengah, Magelang, Jawa Tengah.

Sekertaris DPW Rescue Perindo Jateng, Henry Nugroho, mengatakan wilayah yang dihuni 200 Kepala Keluarga ini, pada awal bulan Januari sudah ada lima warga yang terkena virus DBD. Karena dasar itulah, atas warga mengajukan fogging pada Partai Perindo.

“Fogging kali ini dilakukan atas permintaan tiga RT di Magelang. Mereka meminta wilayahnya untuk di fogging. Karena awal Januari, sudah ada 5 warga yang terkena Demam Berdarah,” papar Henry pada Okezone, Minggu (11/3/2017).

Ia menambahkan curah hujan yang masih tinggi, akan menjadi perhatian khusus Tim Rescue Partai Perindo. Warga khawatir dengan kondisi ini, penyebaran virus DBD semakin merajalela.

Menurut Henry, daerah yang disasar adalah daerah rawan penyebaran penyakit mematikan khas negeri tropis itu.

Fogging yang dilakukan sejalan dengan visi misi Partai Perindo menyejahterakan masyarakat, di bidang kesehatan.

“Jadi kedatangan DPW Rescue Perindo Jateng tidak sekedar datang saja. Tapi ada sesuatu kegiatan yang dilakukan dan bermanfaat kepada masyarakat seperti fogging ini,” ujarnya.

Selepas melakukan fogging, DPW Rescue Perindo Jateng tak lupa menempelkan stiker tata cara pencegahan penyebaran nyamuk penyebab deman berdarah, yakni dengan 4 M (menguras tempat penampungan air, mengubur barang-barang bekas, menutup tempat penampungan air, dan memantau lingkungan).

“Stiker tersebut sangat bermanfaat bagi masyarakat untuk mengingatkan, supaya terhindar dari penyakit deman berdarah,” jelas Henry.

 

Iklan

Rescue Perindo Gelar Fogging di Lokasi Rawan Banjir

Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Rescue Partai Perindo kembali memberantas wabah demam berdarah dengan cara fogging di kawasan Cipinang Muara, Jatinegara, Jakarta Timur. Diketahui, lokasi tersebut rawan banjir tiap kali hujan lebat.

Sekjen Rescue DPP Perindo Yudhistira mengatakan fogging kali ini dilakukan di 15 RT yang tersebar di RW 4 Kelurahan Cipinang Muara, Jatinegara, Jakarta Timur.

“Ya untuk acara hari ini adalah permohonan dari warga RT 1 sampai RT 15 RW 4 Kelurahan Cipinang Muara Jatinegara yang meminta wilayahnya untuk di fogging jadi ini permintaan semua ketua RT untuk dilakukan ini yang mengajukan pemogingan di wilayah mereka,” katanya di lokasi fogging, Cipinang Muara, Jatinegara, Jakarta Timur, Sabtu (11/3/2017).

Ia menambahkan curah hujan yang tidak menentu ini, akan menjadi perhatian khusus salah satu organisasi sayap partai besutan Hary Tanoesoedibjo itu untuk memastikan masyarakat terhindar dari DBD.

“Detik ini menjadi perhatian khusus kita tentunya mereka harus permintaan jika ada wabah dan kami pasti akan turun sebenarnya kalau tidak ada permintaan pun kita akan turun untuk memberantas wabah itu kalau kemang udah endemik di wilayah tersebut,” tuturnya.

Berdasar data yang diperoleh jajarannya, akhir-akhir ini pihaknya menerima laporan bahwa ada warga sudah terjangkit DBD bahkan mengakibatkan kematian.

“Berdasarkan informasi dari kader-kader kita di DKI ada beberapa DPD seperti di Cipinang Muara ini di daerah Kemayoran itu sudah ada yang meninggal. Bahkan kita siap terjun saja kalau memang sudah dibutuhkan oleh warga untuk memberantas wabah,” ungkapnya.

Oleh karenanya, Yudhis memberikan tips agar terhindar dari wabah tersebut. Yakni 4 M, menguras, menutup, mengubur, dan memantau.

“Menguras wadah air, menutup rapat wadah air, mengubur sampah atau barang bekas dan memantau wadah air yang dapat menjadi tempat nyamuk aedes yang berkembang,” tutupnya.

Ketua RW 04 Kelurahan Cipinang Muara, Kecamatan Jatinegara, Suwarno mengapresisasi aksi real dari Rescue DPP Perindo dalam memberantas wabah penyakit DBD di lingkungannya.

“Warga RW 04 kita menyambut aksi nyata teman-teman Rescue Perindo, melaksanakan fogging di sini,” katanya di lokasi fogging, Cipinang Muara, Jatinegara, Jakarta Timur, Sabtu (11/3/2017).

Menurut Suwarno, kegiatan Rescue dianggap telah memenuhi kebutuhan masyarakat dalam hal kesehatan. Pasalnya Cipinang Muara merupakan wilayah nomor satu terjangkit DBD di wayah Jakarta Timur.

“Karena Perindo bisa menjembatani, karena bisa memenuhi kebutuhan dan kemauan masyarakat terutama dalam bidang pemberantasan DBD karena pada saat ini ada warga RW 4 ada yang terkena DBD mudah-mudahan dengan adanya ini. Tidak ada lagi yang terkena. Karena bulan ini ada satu orang yang DBD, bulan lalu ada juga, Cipinang Muara se-Jakarta Timur masih nomor satu. Yang terjangkit DBD,” tutupnya.

Peduli Korban Banjir, Tim Rescue Perindo Salurkan Bantuan

SUKOHARJO – Banjir yang melanda Kelurahan Kartasura, Sukoharjo, akibat meluapnya Sungai Mbaben mendorong kader partai Perindo turun memberikan bantuan kepada para korban banjir.

DPW Rescue Partai Perindo Jateng bersama DPD Partai Perindo Sukoharjo dan DPC Partai Perindo Kartosuro, mendatangi lokasi banjir di RT 01/04, Tegalsari Lor, Kecamatan Kartosuro, Kabupaten Sukoharjo.

Kedatangan Tim Rescue Perindo Jateng ke lokasi banjir tersebut untuk memberikan bantuan berupa mie instan sebanyak 1.200 boks serta selimut.

Ketua DPW Rescue Perindo Jateng Mochsin Anwar mengatakan, dibandingkan dengan penderitaan yang dirasakan warga korban banjir, apa yang diberikan ini tidaklah sebanding.

Namun, ini dilakukan Partai Perindo sebagai bentuk simpati atas bencana banjir yang menimpa warga di wilayah tersebut. Diharapkan, bantuan yang diberikan tersebut, dapat meringankan kesulitan warga dalam menghadapi bencana banjir.

“Jangan dilihat dari bentuknya, tapi perhatian kita terhadap penderitaan yang mereka alami. Kita berikan bantuan, nasi bungkus serta mie,” kata Mochsin Anwar kepada Okezone, Kamis (9/3/2017).

Senada, Sekertaris DPW Rescue Partai Perindo Henry Nugroho mengatakan banjir yang melanda wilayah Kartosuro ini sendiri terjadi pada hari Rabu 1 Maret sekira pukul 18.30 WIB. Dan banjir mulai surut pada hari Kamis 2 Maret sekira pukul 03.00 WIB.

Dari keterangan warga, ungkap Henry, banjir ini terjadi karena debit air sungai yang dari Boyolali tinggi, selain hal tersebut karena terjadi pendangkalan sekaligus penyempitan badan sungai.

“Sepanjang awal Tahun 2017 ini saja, banjir sudah terjadi sebanyak 3 kali. Banjir di RT 02/4 warga terdampak sekitar 27 Kepala Keluarga. Sedang di RT 1/4 warga terdampak sekitar 21 Kepala Keluarga. Banjir di lingkungan daerah ini sudah langganan karena memang posisi kontur tanah lingkungan termasuk jalan ada di bawah permukaan sungai dengan kondisi cekungan. Mereka juga merasa kurang mendapat perhatian pemerintah,” pungkasnya.