1 Tewas dan 2 Warga Sakit karena DBD, Rescue Perindo “Asapi” Brebes

BREBES – Pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Rescue Persatuan Indonesia (Perindo) Jawa Tengah kembali melakukan kegiatan bakti sosial, yakni pengasapan (fogging) di lingkungan RT 01-03 RW 01 Desa Kendawa, Kecamatan Jatibarang, Brebes, Jawa Tengah.
Dipilihnya Desa Kendawa ini setelah ditemukan adanya kasus demam berdarah (DBD) yang diderita anak-anak dan balita di lingkungan desa dekat Sungai Pamali.

Ketua DPW Rescue Partai Perindo Jawa Tengah, Mochsin Anwar mengatakan, selain didorong rasa kemanusian, dipilihnya desa tersebut karena wabah DBD di Desa Kendawa sudah sangat memprihatinkan penyebarannya. Di mana, satu balita bernama Revan (4) pada Desember 2016 meninggal dunia akibat nyamuk aedes aegypti.

1 Tewas dan 2 Warga Sakit karena DBD, Rescue Perindo “Asapi” Brebes

BREBES – Pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Rescue Persatuan Indonesia (Perindo) Jawa Tengah kembali melakukan kegiatan bakti sosial, yakni pengasapan (fogging) di lingkungan RT 01-03 RW 01 Desa Kendawa, Kecamatan Jatibarang, Brebes, Jawa Tengah.

Dipilihnya Desa Kendawa ini setelah ditemukan adanya kasus demam berdarah (DBD) yang diderita anak-anak dan balita di lingkungan desa dekat Sungai Pamali.

Ketua DPW Rescue Partai Perindo Jawa Tengah, Mochsin Anwar mengatakan, selain didorong rasa kemanusian, dipilihnya desa tersebut karena wabah DBD di Desa Kendawa sudah sangat memprihatinkan penyebarannya. Di mana, satu balita bernama Revan (4) pada Desember 2016 meninggal dunia akibat nyamuk aedes aegypti.

“Satu warga yang masih balita bernama Revan meninggal karena demam berdarah. Begitu kami mendengar itu, tanpa menunggu waktu lagi, meski baru satu minggu mengajukan untuk di-fogging, kami langsung berangkat ke Brebes,” papar Mochsin Anwar pada, Minggu (19/3/2017).

Menurut Mochsin, selain menyebabkan satu balita meninggal, saat ini ada dua orang warga sakit. Satu orang sudah keluar dari rumah sakit, dan satu lainnya saat ini masih menjalani perawatan di rumah sakit.

“Selain ada satu balita meninggal dunia karena demam berdarah, dua warga juga dirawat karena demam berdarah. Satu orang sudah keluar dari rumah sakit, satu orang masih dirawat,” ujarnya.

Mochsin mengatakan, pengasapan dilakukan di desa yang dihuni 250 kepala keluarga. Pengasapan ini juga sudah ditunggu-tunggu warga lantaran sebelumnya pihak warga sudah menyampaikan pada pemerintah agar dilakukan pengasapan, tapi tidak kunjung dilakukan.

“Pengasapan ini dilakukan karena perkampungan ini endemik demam berdarah. Apalagi daerah ini kebanjiran. Sehingga warga khawatir terhadap serangan demam berdarah,” terangnya.

Namun, ungkap Mochsin, ada atau tidaknya korban akibat gigitan nyamuk aedes aegypti, Rescue Perindo selalu sigap dan tanggap dalam setiap pengajuan fogging.

“Rescue Partai Perindo selalu siap dan tanggap begitu ada pengajuan fogging. Ada atau tidaknya korban atau penderita karena gigitan nyamuk aedes aegypti, demi misi kemanusiaan, kami siap turun,” pungkasnya

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s