Mau Di-Fogging Rescue Perindo, Begini Caranya

JAKARTA – DPP Rescue Perindo memiliki program rutin nasional bakti sosial berupa fogging. Tujuannya untuk membersihkan jentik nyamuk demam berdarah dengue (DBD) di lingkungan masyarakat.

Ketua DPP Rescue Perindo, Adin Denny menjelaskan, apabila masyarakat di Indonesia ingin wilayahnya dilakukan fogging maka bisa langsung meminta kepada pihaknya. Caranya, kata Adin, dengan melampirkan keterangan tertulis secara resmi dari pihak RT dan RW.

“Kita akan terima permintaannya, tetapi tolong diajukan secara tertulis dari RT dan RW,” ujar Adin saat berbincang dengan Okezone, Jumat (24/3/2017).

Kemudian, Adin menyebutkan DPP Rescue Perindo juga memiliki layanan hotline untuk para warga yang meminta wilayahnya untuk dibersihkan dari jentik nyamuk DBD.

“Kita ada nomor khusus fogging seluruh Indonesia. Bisa menyampaikan melalui hotline dengan nomor 0816989999,” jelas Adin.

Lebih dalam, dikatakan Adin setelah seluruh proses tersebut dilaksanakan maka pihaknya akan menyesuaikan dengan jadwal kegiatan tersebut.

Namun, Adin meminta kepada warga untuk bersabar mengingat banyaknya permintaan masyarakat untuk dilakukan fogging di wilayahnya.

“Jadi itu yang kita umumkan. Persyaratannya cukup dengan kontak ke nomor itu siapkan surat izin RT/RW, nanti akan kita sesuaikan dengan jadwal, tetapi memang karena jadwal padat banget nanti kita sesuaikan,” tutup Adin.

Iklan

ANTISIPASI MEWABAHNYA DBD, RESCUE PERINDO LAKUKAN FOGGING

Selain melakukan kegiatan bazar murah, Partai Perindo juga melakukan kegiatan pengasapan di di kawasan komplek TVRI, RT 08/12, Kemanggisan, Jakarta Barat. Warga berterima kasih karena sudah lama kawasan mereka tidak difogging oleh pemerintah setempat.

Petugas fogging dari Rescue Perindo, Tanto (67) melakukan penyisiran terhadap rumah warga. Sejumlah saluran, tempat genangan air, serta tempat kumpul barang bekas di semprot, seketika nyamuk keluar.

Fogging sendiri dilakukan secara acak di 10 RT di RW 12. Sejumlah warga menyambut baik kegiatan ini. Sebab, bila menunggu pemerintah, maka penyemprotan jarang dilakukan.

“Dulu pernah ada, tapi udah lama ngga di semprot lagi,” tutur Wasimah (43) salah satu warga sekitar, Jumat (24/3/2017).

Wasimah menerangkan sekalipun saat ini belum ada masyarakat terkena penyakit yang ditimbulkan oleh nyamuk. Namun kegiatan ini cukup. Sebab di Perindo, setelah fogging pemantauan dilakukan.

1 Tewas dan 2 Warga Sakit karena DBD, Rescue Perindo “Asapi” Brebes

BREBES – Pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Rescue Persatuan Indonesia (Perindo) Jawa Tengah kembali melakukan kegiatan bakti sosial, yakni pengasapan (fogging) di lingkungan RT 01-03 RW 01 Desa Kendawa, Kecamatan Jatibarang, Brebes, Jawa Tengah.
Dipilihnya Desa Kendawa ini setelah ditemukan adanya kasus demam berdarah (DBD) yang diderita anak-anak dan balita di lingkungan desa dekat Sungai Pamali.

Ketua DPW Rescue Partai Perindo Jawa Tengah, Mochsin Anwar mengatakan, selain didorong rasa kemanusian, dipilihnya desa tersebut karena wabah DBD di Desa Kendawa sudah sangat memprihatinkan penyebarannya. Di mana, satu balita bernama Revan (4) pada Desember 2016 meninggal dunia akibat nyamuk aedes aegypti.

1 Tewas dan 2 Warga Sakit karena DBD, Rescue Perindo “Asapi” Brebes

BREBES – Pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Rescue Persatuan Indonesia (Perindo) Jawa Tengah kembali melakukan kegiatan bakti sosial, yakni pengasapan (fogging) di lingkungan RT 01-03 RW 01 Desa Kendawa, Kecamatan Jatibarang, Brebes, Jawa Tengah.

Dipilihnya Desa Kendawa ini setelah ditemukan adanya kasus demam berdarah (DBD) yang diderita anak-anak dan balita di lingkungan desa dekat Sungai Pamali.

Ketua DPW Rescue Partai Perindo Jawa Tengah, Mochsin Anwar mengatakan, selain didorong rasa kemanusian, dipilihnya desa tersebut karena wabah DBD di Desa Kendawa sudah sangat memprihatinkan penyebarannya. Di mana, satu balita bernama Revan (4) pada Desember 2016 meninggal dunia akibat nyamuk aedes aegypti.

“Satu warga yang masih balita bernama Revan meninggal karena demam berdarah. Begitu kami mendengar itu, tanpa menunggu waktu lagi, meski baru satu minggu mengajukan untuk di-fogging, kami langsung berangkat ke Brebes,” papar Mochsin Anwar pada, Minggu (19/3/2017).

Menurut Mochsin, selain menyebabkan satu balita meninggal, saat ini ada dua orang warga sakit. Satu orang sudah keluar dari rumah sakit, dan satu lainnya saat ini masih menjalani perawatan di rumah sakit.

“Selain ada satu balita meninggal dunia karena demam berdarah, dua warga juga dirawat karena demam berdarah. Satu orang sudah keluar dari rumah sakit, satu orang masih dirawat,” ujarnya.

Mochsin mengatakan, pengasapan dilakukan di desa yang dihuni 250 kepala keluarga. Pengasapan ini juga sudah ditunggu-tunggu warga lantaran sebelumnya pihak warga sudah menyampaikan pada pemerintah agar dilakukan pengasapan, tapi tidak kunjung dilakukan.

“Pengasapan ini dilakukan karena perkampungan ini endemik demam berdarah. Apalagi daerah ini kebanjiran. Sehingga warga khawatir terhadap serangan demam berdarah,” terangnya.

Namun, ungkap Mochsin, ada atau tidaknya korban akibat gigitan nyamuk aedes aegypti, Rescue Perindo selalu sigap dan tanggap dalam setiap pengajuan fogging.

“Rescue Partai Perindo selalu siap dan tanggap begitu ada pengajuan fogging. Ada atau tidaknya korban atau penderita karena gigitan nyamuk aedes aegypti, demi misi kemanusiaan, kami siap turun,” pungkasnya

MANTAP! Rescue Perindo Sumsel Fogging Ratusan Rumah Warga Ogan Ilir

OGAN ILIR – Rescue Perindo Sumatera Selatan (Sumsel) menghelat kegiatan pengasapan atau fogging di wilayah Ogan Ilir, Sumsel, Sabtu (18/3/2017).
Dalam giat itu ratusan rumah warga di-fogging untuk membasmi nyamuk aedes aegypti yang menjadi penyebab penyebaran virus demam berdarah dengue (DBD).
Wilayahh di-fogging yakni RT 1, RT 2 lingkungan 1 RT 3, 4, lingkungan II RT 8 Lingkungan IV Kelurahan Indralaya Mulya, Kecamatan Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir.

Sekretaris Rescue DPW Sumsel, Sayrif Hidayat mengatakan, fogging dilakukan bekerja sama dengan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Perindo Ogan Ilir.

“Fogging kita lakukan untuk mencegah wabah dari penyakit demam berdarah. Nantinya di setiap wilayah di Sumsel akan kita fogging berkoordinasi dengan DPD Partai Perindo dan jajaran pemerintah di wilayah tersebut,” tuturnya.

Rescue Perindo sendiri merupakan bagian dari Partai Perindo yang membidangi masalah sosial kemasyarakatan dan tanggap bencana.