Rescue Perindo: Pasca-Banjir Bandang, Aktivitas Warga Bima Kembali Normal

BIMA – Aktivitas masyarakat sudah kembali normal pasca-banjir bandang yang menerjang Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Rabu 21 Desember 2016. Sebagian besar masyarakat sudah kembali ke tempat tinggalnya masing-masing.

Aktivitas masyarakat telah kembali normal. Masyarakat telah kembali ke rumahnya masing-masing, kata Wakil Sekjen Rescue Perindo Hendra Eteng, saat dihubungi di Bima, Sabtu (31/12/2016).

Seiring dengan kembali normalnya aktivitas warga yang menjadi korban banjir Bima, Partai Perindo telah menghentikan seluruh penyaluran bantuan logistik serta menutup posko penampungan.

Posko penampungan milik Perindo sudah ditutup. Seluruh bantuan pun telah disalurkan dan aktivitas masyarakat kembali normal, tutur Hendra.

Ia mengatakan, seluruh bantuan telah disalurkan kepada para korban banjir, yang terdiri dari makanan siap saji, pakaian laik pakai, obat-obatan medis hingga peralatan sekolah anak. Bantuan tersebut berasal dari urunan seluruh organisasi sayap partai seperti Rescue Perindo, Kartini Perindo serta kepengurusan partai setingkat DPW, DPD dam DPC Perindo.

Mereka bahu membahu mengumpulkan bantuan untuk diberikan kepada para korban banjir Bima, terangnya.

Menurut Hendra, bantuan yang telah disalurkan oleh Partai Perindo secara keseluruhan terdiri dari 500 paket logistik dan kesehatan serta 500 paket peralatan sekolah yang disalurkan di tiga titik lokasi di wilayah Bima.

Bantuan yang diberikan diharapkan bermanfaat bagi masyarakat Bima. Terpenting kata Hendra, masyarakat dapat bangkit dan menjalankan segala aktivitasnya dengan normal. Masyarakat Bima bisa bangkit dan kembali menjalankan kehidupan dengan normal, pungkasnya.

Sumber

Iklan

Rescue Perindo: Makanan Siap Saji Jadi Kebutuhan Mendesak Korban Banjir Bima

MATARAM – Bantuan logistik berupa makanan siap saji menjadi kebutuhan mendesak bagi para korban banjir Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). Selain praktis, bantuan tersebut dapat dengan mudah didistribusikan oleh petugas ke berbagai lokasi banjir.

“Saat ini kebutuhan mendesak para korban banjir Bima ialah makanan dan minuman siap saji,” kata Ketua Umum DPP Rescue Perindo, Adin Denny, saat dihubungi.

Ia mengatakan, makanan dan minuman siap saji berupa mi instan, biskuit, sereal, hingga susu lebih diutamakan karena praktis dalam pembuatannya. Terlebih lagi kondisi di tempat penampungan minim ketersediaan air bersih.

“Makanan dan minuman siap saji tidak perlu dimasak lagi karena kondisi air bersih juga sangat sulit didapat. Dengan begitu akan memudahkan mereka untuk mengolah makanan selama berada di tempat penampungan,” ungkapnya.

Adin menambahkan, para korban yang berada di tempat penampungan juga harus memerhatikan faktor kebersihan. Pasalnya, pascabanjir menghadang Kota Bima, berbagai sumber penyakit akan bermunculan.

“Banyak bakteri dari bangkai hewan dan tanaman yang membusuk pascabanjir. Maka dari itu, kebersihan lingkungan harus dijaga,” jelasnya.

Sementara pada Selasa 27 Desember 2016 siang, Rescue Perindo kembali menyalurkan bantuan logistik berupa makanan siap saji, air mineral, susu, pakaian layak pakai, selimut, hingga obat-obatan. Bantuan diberikan di tempat penampungan yang berada di Kelurahan Paruga, Kecamatan Rasa Nae Barat, Kota Bima.

“Kami terus melakukan pendistribusian bantuan kepada para korban yang berasal dari urunan seluruh pengurus DPW Rescue Perindo NTB,” kata anggota Formatur Rescue DPW Nusa Tenggara Barat (NTB), Saiful Qadar, yang tengah berada di lokasi banjir Bima.

Bantuan logistik yang diberikan, kata dia, akan disalurkan ke titik-titik penampungan lainnya. Hal tersebut sebagai bukti komitmen pihaknya dalam membantu masyarakat yang tengah dirundung kesulitan.

Sumber

Rescue Perindo Salurkan Logistik Hingga Obat-obatan Untuk Korban Banjir Bima

JAKARTA – Ketua Umum DPP Rescue Perindo, Adin Denny menjelaskan bahwa pihaknya telah menyalurkan bantuan untuk korban banjir bandang Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Selain ikut membersihkan lumpur dan sampah pasca-banjir di rumah-rumah warga. Tim Rescue Perindo juga menyalurkan bantuan logistik berupa biskuit, beras, air mineral, obat-obatan dan sarung.

Selain itu, DPW Partai Perindo NTB terjun langsung menempuh jalur alternatif untuk mengantarkan makanan siap santap ke Kota Bima dari dapur umum yang berlokasi di Kabupaten Dompu.

Seperti diberitakan sebelumnya, banjir menyapu 5 kecamatan, 7 kelurahan, 33 desa di Kota Bima pada Rabu 21 Desember. Menurut Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Senin, 26 Desember, jumlah korban banjir yang mengungsi sebanyak 105.753 jiwa. Sebanyak 98.423 jiwa mengungsi di tempat keluarga, sementara 7.330 jiwa di 30 titik pengungsian.

Adin menambahkan, para korban yang berada di tempat penampungan juga harus memerhatikan faktor kebersihan. Pasalnya, pascabanjir menghadang Kota Bima, berbagai sumber penyakit akan bermunculan.

“Banyak bakteri dari bangkai hewan dan tanaman yang membusuk pascabanjir. Maka dari itu, kebersihan lingkungan harus dijaga,” jelasnya.

Sumber

Medan Berat, Perindo Tempuh 81 Km Tiap Hari Bantu Korban Banjir Bima

 

DOMPU – Partai Persatuan Indonesia (Perindo) sigap turun membantu korban banjir di Kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). Akses yang terputus dan banjir yang masih terus terjadi, ditambah guyuran hujan, tak menyurutkan semangat para kader.

Mereka membangun dapur umum di Kabupaten Dompu yang berjarak 81,9 kilometer dari Kota Bima. “Kami mengantarkan makanan siap santap setiap hari ke Bima. Dapur umum kami fokuskan di Dompu, karena di sana banjir masih tinggi dan hujan terus menerus,” ujar Ketua DPD Partai Perindo Dompu Nur Sampu.

Dia mengungkapkan, pihaknya membangun dapur umum sejak hari pertama pascabanjir, Kamis 22 Desember. Sajian siap santap berupa nasi bungkus dan air mineral diangkut menggunakan kendaraan melalui jalan alternatif, karena jembatan utama menuju Bima rusak dan tidak bisa dilalui.

“Harus memutar lewat jalur alternatif, sekira 1,5 jam sampai di lokasi. Situasi di lapangan masih sulit, masyarakat perlu bantuan yang langsung bisa dimanfaatkan karena aktivitas terhenti,” tuturnya.

Setiap hari, tim yang terdiri dari kader DPD Partai Perindo Dompu dan Kartini Perindo Dompu mampu menyediakan 500-1.000 nasi bungkus.

27.jpg

Sementara itu, Ketua DPW Partai Perindo NTB Muhammad Izzul Islam menuturkan, selain dapur umum partai berlambang rajawali ini akan mendirikan posko di lokasi bencana.

“Kami bikin Posko Perindo hari Senin 26 Desember kalau kondisi sudah memungkinkan. Sekarang kita bantu logistik biskuit, air mineral, mi instan, dan diapers,” terangnya.

Sumber

Usai Dilantik, Ketua Rescue Perindo Minta DPW Turun ke Masyarakat

usai-dilantik-ketua-rescue-perindo-minta-dpw-turun-ke-masyarakat3456789

JAKARTA – Ketua Umum Partai Perindo, Hary Tanoesoedibjo (Hary Tanoe), telah mengukuhkan dua pengurus DPW Rescue Perindo Provinsi Riau dan Jambi pada Kamis, 15 Desember 2016.

Pelantikan dua DPW ini merupakan yang pertama kalinya bagi DPW Rescue Perindo setelah deklarasi dan pengukuhan anggota DPP Rescue Perindo di kawasan Danau Sunter, Jakarta Utara, pada 4 Juni 2016.

Ketua Umum DPP Rescue Perindo Adin Denny meminta pengurus DPW Rescue Perindo Riau dan Jambi yang telah dilantik, dapat lebih dekat dengan masyakarat.

“Ini pelantikan DPW Rescue Perindo yang pertama se-Indonesia. Dalam satu hari ada dua pelantikan yaitu Jambi dan Riau,” kata Adin.

Adin memaparkan, DPW Rescue Perindo Jambi dinahkodai oleh Mirzal Moharoma. Sedangkan DPW Rescue Perindo Riau dipimpin oleh Rio Hendra Prasetio.

“Total DPW yang dilantik sebanyak 34 orang ditambah dengan lima formatur DPD,” ucapnya.

Adin berharap, para pengurus juga lebih sigap dan aktif berperan jika ada bencana alam. Selain itu, anggota Rescue Perindo harus memberikan edukasi kepada masyarakat tentang penanggulangan bencana alam.

“Harapannya ini menjadi langkah baru bagi Rescue untuk bisa berada lebih dekat dengan masyarakat,”sambungnya.

Menurut Adin, hampir semua wilayah di Sumatera rawan bencana. Oleh karena itu, Rescue Perindo harus bisa berperan banyak dengan program-program sosial dan kemanusian di wilayah Sumatera dan sekitarnya.

“Kita juga telah menerjunkan anggota untuk membantu masyarakat yang terkena bencana alam. Salahnya saat gempa di Pidie Jaya, Aceh,” tandasnya.