Kesejahteraan Rakyat: Negara vs Partai Perindo

Adisetya Nugraha – Saya terinspirasi berita di salah satu TV beberapa hari lalu. Awalnya masa bodoh aja sih. Tapi setelah saya melihat berita lainnya, baru saya seperti ditampar orang di siang hari bolong.

Saya tersadar. Betapa negara ini sudah melenceng jauh dari cita-cita luhur Ibu Pertiwi. Tax amnesty yang katanya mau ambil duit dari luar, sekarang dipakai untuk menindas rakyatnya. Terbayang tidak? Bila kita dapat rumah warisan, yang selama ini tidak pernah dilaporkan di lembar pajak karena rumah itu hadiah dari orang tua kepada anaknya, suatu hari nanti bisa membuat kita pailit dan dipenjara. Terbayang tidak? Tax amnesty menjadi dasar oknum penyidik menjadi lebih beringas lagi. Disaat yang bersamaan, betapa menjadi rahasia umum, putra/i pejabat negara, aparat hukum dan tentara bisa menjadi pengusaha “sukses” karena intervensi modal orang tua.

Pertanyaannya: beranikah negara melawan mereka? Beranikah negara melawan trio LHS? Meskipun demikian, media mainstream justru mendukung membabi buta tax amnesty. Padahal menurut saya, kecuali penyidiknya malaikat atau penyidik kiriman Tuhan, tax amnesty tidak akan maksimal. Sebaliknya, tidak ada satupun media mainstream yang mengabarkan betapa dahsyat dampak program Hary Tanoe dengan Warung Sejahtera yang saya lihat di TV.

Di TV itu saya dengar Hary Tanoe dengan Perindonya akan terus membuka Warung Sejahtera dengan skema bantuan atau sumbangan atau apalah istilah mereka, untuk masyarakat yang berminat membuka usaha. Gilanya, masyarakat bisa dapat pinjaman untuk memulai usaha itu. Entah siapa yang gila sebenarnya. Dan sampai sekarang sayapun masih menyimpan pertanyaan yang belum terjawab: apa yang mungkin ada di dalam benak penguasa sekarang melihat kerja Hary Tanoe? Tidakkah mereka malu, saat mereka masih sibuk berbagi kongsi, Hary Tanoe sibuk memikirkan program nyata untuk menggerakkan ekonomi rakyat.

Hary Tanoe berbagi infrastruktur nelayan di berbagai daerah. Diapun berbagi gerobak untuk pengusaha sangat kecil seperti pengusaha bubur ayam, bakso malang, ketoprak atau soto ayam. Terakhir diapun berbagi warung sejahtera di berbagai kota yang tentunya memerlukan uang lebih banyak lagi. Saat Hary Tanoe berbagi dengan rakyat, negara justru menguras rakyatnya melalui tax amnesty. Ironi.

Sumber

Iklan

One thought on “Kesejahteraan Rakyat: Negara vs Partai Perindo”

  1. “Kita bangsa besar, kita bukan bangsa tempe. Kita tidak akan mengemis, kita tidak akan minta-minta, apalagi jika bantuan-bantuan itu diembel-embeli dengan syarat ini syarat itu! Lebih baik makan gaplek tetapi merdeka, daripada makan bestik tapi budak.” (Bung Karno)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s