Gelar Fogging di Serdang, Rescue Perindo Sasar Pemukiman Padat

JAKARTA – DPP Rescue Perindo bekerjasama dengan DPW Perindo DKI Jakarta turun ke bawah (turba) untuk melakukan kegiatan fogging di permukiman padat penduduk di Kelurahan Serdang, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat.

Sekjen DPP Rescue Perindo, Yudhistira IP mengatakan, fogging ini bagian dari komitmen Perindo untuk terus memberikan kontribusi nyata pada masyarakat.

 “Hari ini kita fogging di RT 5,6,8,14 dan RT 15. Ada 5 RT di RW 03 Kelurahan Serdang, Kecamatan Kemayoran Jakarta Pusat. Fogging ini merupakan bagian dari konsistensi Perindo dan aksi sosial untuk turun ke bawah,” tutur Yudhistira, Minggu (28/8/2016).

Kegiatan fogging ini dilakukan atas masukan masyarakat dan inisiatif Rescue Perindo dimana berdasarkan info dari kader Perindo yang ada di Serdang diketahui bahwa daerah ini merupakan salah satu endemik DBD yang tertinggi di DKI dimana sudah terdapat kasus sekitar 54 orang yang terkena DBD.

Rencananya area fogging akan diperluas di seluruh kawasan Jakarta.“Kita akan teruskan fogging ini ke seluruh DKI Jakarta berdasarkan permohonan dan permintaan dari masyarakat, seperti instruksi ketum kita. Doakan saja,” pungkasnya.

Iklan

Rescue Perindo Siap Gelar Fogging Gratis

SEMARANG – Organisasi sayap Partai Persatuan Indonesia (Perindo), Rescue Perindo siap mengabdikan diri kepada masyarakat. Salah satu program yang digeber organisasi ini adalah pemberantasan penyakit demam berdarah dengue (DBD) melalui program fogging massal.

Ketua Umum Rescue Perindo Adin Denny mengatakan, saat ini Rescue Perindo sudah berdiri di 25 provinsi di Indonesia. Salah satu program yang saat ini digiatkan adalah pemberantasan DBD tersebut. “Untuk itu, hari ini (kemarin) kami hadir di DPW Jateng ini untuk menyerahkan bantuan alat fogging dari Ketua Umum DPP Perindo Hary Tanoesoedibjo.

Dengan bantuan alat fogging tersebut, kami harap kegiatan pelayanan kepada masyarakat Jateng dalam pemberantasan penyakit mematikan itu akan semakin baik,” kata dia. Ke depan, lanjut Adin, Rescue Perindo tidak hanya concern mengenai pemberantasan DBD. Namun, Rescue Perindo diharapkan hadir dalam berbagai persoalan sosial dan bencana yang melanda Indonesia.

“Programnya menyesuaikan kondisi masing-masing daerah. Kalau perlu semua persoalan bencana, Rescue Perindo hadir di tengah masyarakat dan memberikan pertolongan,” tegasnya. Ketua Rescue Perindo DPW Jateng M Muchsin Anwar menyatakan, pihaknya menyambut baik adanya bantuan alat fogging dari DPP tersebut. Dengan bantuan itu, tugas Rescue Perindo di Jateng akan semakin maksimal.

“Saat ini kami sudah memiliki tiga tim fogging, yakni di Kota Semarang, Kabupaten Demak, dan Kabupaten Magelang. Dengan ditambahnya alat dari bantuan DPP ini, nantinya tim akan semakin banyak dan dapat mencakup lebih luas pelayanan di Jateng,” ujarnya. Masyarakat, lanjut Muchsin, yang membutuhkan bantuan fogging dapat menghubungi DPW Perindo atau menghubungi nomor 082316313033.

Setelah menerima permintaan, maka tim akan langsung meluncur ke lokasi melakukan fogging di daerah tersebut. “Silakan dihubungi, kami online 24 jam. Dan masyarakat jangan khawatir, karena semua pelayanan kami gratis,” tegasnya. Sementara itu, Ketua DPW Perindo Jateng Siswadi Selodipoero mengatakan, Rescue Perindo merupakan organisasi sayap yang sangat penting.

Organisasi ini diharapkan dapat berperan dalam mengatasi berbagai permasalahan di masyarakat. “Selain alat fogging ini, Rescue Perindo juga memiliki mobil ambulans gratis. Untuk itu, kepada masyarakat yang membutuhkan, dipersilakan menghubungi kami,” ujarnya.

Siswadi menegaskan, ke depan Rescue Perindo akan terus dikembangkan. DPW akan meminta bantuan kapal untuk disiagakan di Pantai Selatan. “Jadi, dapat digunakan jika ada musibah di laut atau menolong nelayan yang kehabisan bahan bakar,” pungkasnya.

Sumber

Kesejahteraan Rakyat: Negara vs Partai Perindo

Adisetya Nugraha – Saya terinspirasi berita di salah satu TV beberapa hari lalu. Awalnya masa bodoh aja sih. Tapi setelah saya melihat berita lainnya, baru saya seperti ditampar orang di siang hari bolong.

Saya tersadar. Betapa negara ini sudah melenceng jauh dari cita-cita luhur Ibu Pertiwi. Tax amnesty yang katanya mau ambil duit dari luar, sekarang dipakai untuk menindas rakyatnya. Terbayang tidak? Bila kita dapat rumah warisan, yang selama ini tidak pernah dilaporkan di lembar pajak karena rumah itu hadiah dari orang tua kepada anaknya, suatu hari nanti bisa membuat kita pailit dan dipenjara. Terbayang tidak? Tax amnesty menjadi dasar oknum penyidik menjadi lebih beringas lagi. Disaat yang bersamaan, betapa menjadi rahasia umum, putra/i pejabat negara, aparat hukum dan tentara bisa menjadi pengusaha “sukses” karena intervensi modal orang tua.

Pertanyaannya: beranikah negara melawan mereka? Beranikah negara melawan trio LHS? Meskipun demikian, media mainstream justru mendukung membabi buta tax amnesty. Padahal menurut saya, kecuali penyidiknya malaikat atau penyidik kiriman Tuhan, tax amnesty tidak akan maksimal. Sebaliknya, tidak ada satupun media mainstream yang mengabarkan betapa dahsyat dampak program Hary Tanoe dengan Warung Sejahtera yang saya lihat di TV.

Di TV itu saya dengar Hary Tanoe dengan Perindonya akan terus membuka Warung Sejahtera dengan skema bantuan atau sumbangan atau apalah istilah mereka, untuk masyarakat yang berminat membuka usaha. Gilanya, masyarakat bisa dapat pinjaman untuk memulai usaha itu. Entah siapa yang gila sebenarnya. Dan sampai sekarang sayapun masih menyimpan pertanyaan yang belum terjawab: apa yang mungkin ada di dalam benak penguasa sekarang melihat kerja Hary Tanoe? Tidakkah mereka malu, saat mereka masih sibuk berbagi kongsi, Hary Tanoe sibuk memikirkan program nyata untuk menggerakkan ekonomi rakyat.

Hary Tanoe berbagi infrastruktur nelayan di berbagai daerah. Diapun berbagi gerobak untuk pengusaha sangat kecil seperti pengusaha bubur ayam, bakso malang, ketoprak atau soto ayam. Terakhir diapun berbagi warung sejahtera di berbagai kota yang tentunya memerlukan uang lebih banyak lagi. Saat Hary Tanoe berbagi dengan rakyat, negara justru menguras rakyatnya melalui tax amnesty. Ironi.

Sumber

Rescue Perindo Buka Pelayanan Fogging Gratis

IMG-20160813-WA0014

JAKARTA – DPP Rescue Perindo akan memberikan pelayanan fogging secara cuma-cuma kepada masyarakat yang ada di seluruh wilayah Indonesia.

Ketua Umum Resque DPP Perindo, Adin Denny mengatakan, bagi masyarakat yang ingin kawasannya di fogging dipersilakan melakukan pengajuan permohonan.

“Yang jadi prioritas kami pertama yang terjangkit dan yang kedua permintaan,” kata Adin di lokasi fogging di Gunung Sahari Utara, Jakarta Pusat, Minggu (21/8/2016).

Dia menjelaskan bagi masyarakat yang meminta permohonan untuk fogging maka bisa melalui WhatsApp dengar nomor 0816 989 999 atas nama Rescue DPP Perindo.

“0816 989 999 (bisa minta di sini) Rescue DPP Perindo. Cantumkan nama dan wilayah untuk di fogging,” tutupnya.

Rescue Perindo Beri Fogging Gratis Warga Kebonsawit

DEMAK – Sebanyak 150 Kepala Keluarga (KK) di RW 20 Kelurahan Kebonbatur, Kecamatan Mranggen mendapat bantuan fogging dari Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Rescue Perindo Jawa Tengah (Jateng). Selama ini, warga setempat kesulitan mendapat bantuan serupa dari Pemerintah Kabupaten Demak.

Petugas DPW Rescue Perindo Jateng melakukan penyemprotan di seluruh lokasi, termasuk kebun dan di rumah warga. Upaya ini dilakukan guna mengantisipasi penyakit yang menyebar melalui gigitan nyamuk aedes aegypti.

Ketua DPW Rescue Perindo Jateng, M Mochsin Anwar mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Partai Perindo melalui Rescue Perindo dalam ikut serta menangani persoalan kesehatan masyarakat. Menurutnya, fogging diberikan secara gratis bagi yang membutuhkan.

“Rescue Perindo memang dibentuk untuk menangani persoalan kesehatan, tanggap darurat dan penanganan bencana,” ujar Mochsin, Jateng, Minggu (21/8/2016).

Dia menyampaikan, selain kesehatan dan penanganan bencana, Rescue Perindo juga menyediakan ambulans gratis bagi warga yang membutuhkan. Dia
menyebutkan, sekarang ada 19 unit ambulans disiagakan di posko DPW Rescue Perindo Jateng Jalan Setiabudi No 28 Semarang. “Ambulans itu siap melayani se-Jawa Tengah secara gratis,” ucapnya.

Upaya yang dilakukan Rescue Perindo mendapat sambutan positif dari warga setempat. Arif (49) warga Perumahan Kebonsawit mengaku senang dengan bantuan fogging dari Rescue Perindo. Alasannya, selama ini pemerintah dinilai kurang perhatian dan berbelit-belit saat dimintai fogging, padahal di daerahnya termasuk endemi demam berdarah.

“Ini upaya yang baik dari partai politik di saat pemerintah kurang perhatian,” tukasnya.
Dia menceritakan dirinya pernah mengajukan bantuan fogging melalui puskesmas setempat. Namun, kata dia persyaratannya cukup rumit.

“Kami diminta data jumlah kasus demam berdarah di kampung kami. Bahkan menunggu ada yang opname baru ditangani. Ya, ini ada fogging gratis dari Perindo, kami menyambut baik,” tandasnya.

Sumber