Hary Tanoe Deklarasikan LBH Perindo

JAKARTA – Partai Persatuan Indonesia (Perindo) resmi mendeklarasikan organisasi sayap yang bergerak di bidang hukum yakni Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Partai Perindo.

Deklarasi LBH Perindo langsung dipimpin oleh Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo yang sekaligus melantik Dewan Pengurus Pusat (DPP) LBH Perindo yang diketuai Ricky K Margono.

Dalam sambutannya, Hary Tanoe meminta kepada LBH Perindo untuk berperan aktif dalam membantu masyarakat dengan ekonomi menengah ke bawah. Hal itu sesuai dengan perjuangan Partai Perindo yang menjunjung ekonomi kerakyatan.

“Saya berharap, LBH Perindo bisa fokus sesuai dengan perjuangan kita. Tadi dikatakan, bantu masyarakat yang termarginal, yang terzalimi, bisa para pelaku UMKM, guru honorer, serta kelompok-kelompok masyarakat yang perlu diperjuangkan hak-haknya,” papar Hary Tanoe di Kantor DPP Perindo, Jalan Diponegoro No.29, Jakarta Pusat, Jumat (29/7/2016).

Pengurus LBH Perindo

LBH Perindo, lanjut Hary Tanoe, diharapkan bisa aktif memberikan bantuan hukum kepada masyarakat khususnya mereka yang tertindas dan termarjinalkan dalam memperoleh hak-hak hukumnya.

Sehingga secara tak langsung, LBH Perindo bisa memperbaiki hukum di Indonesia. “Kita semua tahu hukum masih harus diperbaiki, intinya di situ,” jelas Hary Tanoe.

Hary Tanoe juga berpesan kepada pengurus LBH Perindo untuk berpikir secara politis dalam menggerakan LBH Perindo. Hal tersebut merupakan perwujudan LBH Perindo sebagai sayap organisasi di Partai Perindo.

LBH Perindo, tambah Hary Tanoe, harus menjadi bagian penting dari organisasi partai yang membantu menyelesaikan berbagai masalah di bidang hukum.

Selain itu, LBH Perindo juga harus menjadi mitra partai dalam menjalankan program-program partai terutama dalam membantu masyarakat ekonomi lemah, serta masyarakat yang termarjinalkan.

“Ingatlah selalu perjuangan Perindo, saya ingin semua konsisten, kita harus militan, militan dalam bangun organisasi,” tegas Hary Tanoe.

Turut hadir acara deklarasi dan pelantikan LBH Perindo dalam Kepala Divisi Hukum Mabes Polri, Irjen Setyo Wasisto, perwakilan Bidang Hukum Polda Metro Jaya AKBP Gunawan, serta perwakilan dari Komnas HAM.

Sumber

Iklan

Dianggap Low Profile, Hary Tanoe Berpeluang Jadi Rising Star di Pilpres 2019

JAKARTA – Pengamat Politik UIN Jakarta Adi Prayitno memaparkan sifat rendah hati atau low profile yang dimiliki Ketua Umum Partai Perindo, Hary Tanoesoedibjo membuatnya berpeluang merebut hati masyarakat saat Pilpres 2019 mendatang.

Hal tersebut diutarakannya saat mengomentari survei yang dilakukan Syaiful Mujani Research & Consulting (SMRC) yang menempatkan Hary Tanoe dalam kandidat atas calon presiden yang patut diperhitungkan dalam Pilpres mendatang.

(Baca juga : SURVEI SMRC, HARY TANOE MUNCUL DI TENGAH DAHAGA PUBLIK AKAN PERUBAHAN)

“Sosok Hary Tanoe yang low profile menjadi potensi baginya untuk menjadi rising star di Pilpres 2019. Apalagi, di tengah pemilih yang bgitu cair, bukan mustahil, Hary Tanoe bukan saja popuper, tapi tingkat kesukaan dan elektabilitasnya bisa dominan,” ujar Adi, Minggu (24/7/2016).

Seperti diketahui, SMRC menggelar survei pada 22-28 Juni 2016. Dengan menggunakan sistem drop card yang terdiri dari 37 nama, Hary Tanoe menempati posisi keempat dalam calon presiden pilihan masyarakat.

Dalam survei tersebut, SMRC mengambil metode drop card atau kocok kartu. Responden diberikan pertanyaan sambil menunjukan 37 nama yang disodorkan.

Hasilnya, Hary Tanoesoebibjo menempati posisi empat mengungguli Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dan Ridwan Kamil dengan 3,9 persen.

Adapun untuk posisi teratas masih dipegang Presiden Joko Widodo dengan 44 persen suara, disusul Prabowo Subianto dengan 15,3 persen suara. Sementara nama Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ada di posisi ketiga dengan 5,3 persen suara.

Sumber

Hary Tanoe Jadi Kandidat Capres Terkuat

JAKARTA – Ketua Umum Partai Perindo, Hary Tanoesoedibjo menjadi calon presiden (capres) terkuat jika Pemilihan Presiden digelar.

Hasil itu berdasarkan survei yang dilakukan Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC) pada 22-28 Juni 2016. Dengan menggunakan sistemdrop card yang terdiri dari 37 nama, Hary Tanoe menempati posisi keempat dalam calon presiden pilihan masyarakat.

Dalam survei tersebut, SMRC mengambil metode drop card atau kocok kartu. Responden diberikan pertanyaan sambil menunjukan 37 nama yang disodorkan.

Adapun pertanyaan tersebut adalah:

“Siapa yang akan Ibu/Bapak pilih jadi presiden sekarang ini jika nama-nama berikut maju sebagai calon presiden?”

Hasilnya, Hary Tanoesoedibjo menempati posisi empat mengungguli Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dan Ridwan Kamil dengan 3,9 persen.

Adapun untuk posisi teratas masih dipegang Presiden Joko Widodo dengan 44 persen suara, disusul Prabowo Subianto dengan 15,3 persen suara. Sementara nama Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ada di posisi ketiga dengan 5,3 persen suara.

Hary Tanoe memiliki latar pendidikan yang kompeten, kemapanan ekonomi, pengusaha tangguh dan track record membangun MNC group dari 0 sampai menjadi salah satu grup usaha swasta nasional terbesar di Indonesia.

Dia juga mampu membangun Partai Perindo dari 0 dan dalam waktu singkat hanya lebih dari 1 tahun sudah menjadi partai politik papan menengah di Indonesia.

(kem)

Sumber 

Survei SMRC, Hary Tanoe Muncul di Tengah Dahaga Publik Akan Perubahan

JAKARTA – Survei yang dilakukan Syaiful Mujani Research & Consulting (SMRC) tentang tokoh yang layak menjadi presiden jika Pilpres dilakukan hari ini mengirimkan pesan bahwa publik membutuhkan sosok alternatif yang bersifat solutif dan mengakar pada rakyat.

“Publik mulai jengah dengan figur yang itu-itu saja. Di tengah dahaga publik soal perubahan bangsa ini, Hary Tanoe menjadi salah satu sosok yang mulai dilirik publik. Ke depan, semua tergantung Hary Tanoe me-maintenance gerakan politiknya. Yang jelas, ini sinyal positif bagi kemajuan demokrasi,” terang pengamat politik UIN Jakarta, Adi Prayitno, Minggu (24/7/2016).

Seperti diketahui, SMRC menggelar survei pada 22-28 Juni 2016. Dengan menggunakan sistem drop card yang terdiri dari 37 nama, Hary Tanoe menempati posisi keempat dalam calon presiden pilihan masyarakat.

Dalam survei tersebut, SMRC mengambil metode drop card atau kocok kartu. Responden diberikan pertanyaan sambil menunjukan 37 nama yang disodorkan.

Hasilnya, Hary Tanoesoebibjo menempati posisi empat mengungguli Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dan Ridwan Kamil dengan 3,9 persen.

Adapun untuk posisi teratas masih dipegang Presiden Joko Widodo dengan 44 persen suara, disusul Prabowo Subianto dengan 15,3 persen suara. Sementara nama Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ada di posisi ketiga dengan 5,3 persen suara.

Sumber